Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Parenting and Maternal Knowledge Factors on the Incidence Of Stunting in Toddlers in Bonto Salama Village, West Sinjai Sri Sukmawaty Syahrir
Jurnal Gizi dan Kesehatan Keluarga Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan Keluarga
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jgkk.v1i2.14

Abstract

Short and very short toddlers (stunting) is a nutritional status problem in children based on the height-for-age index (TB/U), with a prevalence of 144 million children under five in the world suffering from stunting. and maternal knowledge and parenting are important things that can be associated with stunting in toddlers. Objective: This study aims to determine the factors of parenting patterns and maternal knowledge on the incidence of stunting in toddlers in the village of bonto Salama West Sinjai. Methods: The type of research used in this study is analytic with crossectional design. This research was conducted in September-October 2023 at the West Sinjai Bonto Salama Village Health Center with the population in this study were all stunting toddlers, namely 26 toddlers. Results: The results of the study with the chi-square test showed that there was a relationship between maternal knowledge (p=0.000 <0.05) and there was no relationship between maternal parenting (p=0.725>0.05) with the incidence of stunting in Bonto Salama Village, West Sinjai.Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge, and there is no relationship between maternal parenting and the incidence of stunting at the Tangngalembang Community Health Center, Bonto Salama Village, West Sinjai.
Gizi Seimbang Sebagai Bentuk Melindungi Diri Dari Risiko Kejadian Beban Gizi Ganda Siswa Sdn 1 Benten Kec. Baranti Kab. Sidrap Nursiah, Andi; Idris, Idris; Srifitayani, Nur Rahma; Syahrir, Sri Sukmawaty; Nurasbon, Nurasbon; Irdan, Irdan; Utami, Dia Rejeki; Ernawati, Ernawati; Nurhidaya, Nurhidaya
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v3i2.573

Abstract

Malnutrition is a nutritional imbalance in the body. This imbalance is caused by nutritional intake that does not match a person's nutritional needs. The purpose of this study was to determine the decrease in the incidence of double nutritional burden in students of SDN 1 Benteng, Baranti District, Sidrap Regency. This research method is a quantitative study with a case control approach. The results of the study showed that children who often consume excess nutritional events are almost the same as children with normal nutritional status, meaning there is no relationship between the frequency of consumption and the incidence of excess nutrition in children. The conclusion is that malnutrition does not only occur when a toddler is born, but because the toddler's mother already has a history of malnutrition as a result of the low nutritional intake consumed by the toddler's mother. Mothers with low energy intake are called Mothers with Chronic Energy Deficiency.
Pendampingan dan Edukasi Kesehatan tentang Penggunaan Air Rebusan Daun Mint untuk Mengatasi Emesis Gravidarum (Morning Sickness) pada Ibu Hamil: Penggunaan Air Rebusan Daun Mint Rosita, Rosita; Qudratullah, Fyzria; Sukmawaty Syahrir, Sri; Rahma Srifitayani, Nur; Badria Asikin, Siti; Natsir Hamzah, Abd
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Juni - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v3i2.1758

Abstract

Mual dan muntah kehamilan tidak merugikan ibu hamil,hal ini dibuktikan bahwa wanita dengan mual dan muntah diawal kehamilan memiliki tingkat keguguran lebih rendah dibandingkan wanita tanpa gejala ini, mual dan muntah muncul antara minggu keempat dan keenam yang lebih sering terjadi di pagi hari, dengan puncak mual di minggu ke-8 sampai minggu ke-12, mual muntah ini biasa disebut dengan Emesis Gravidarum, bentuk yang lebih serius dari mual muntah disebut hiperemesis gravidarum. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemanfaatan air rebusan daun mint sebagai upaya untuk mencegah terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Pendampingan dan Edukasi Kesehatan tentang Penggunaan Air Rebusan Daun Mint untuk Mengatasi Emesis Gravidarum (Morning Sickness) pada Ibu Hamil dengan menggunakan media leafleat tentang informasi rebusan daunt mint. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yang sebelumnya saat pretest dan setelah dilakukan penyuluhan sangat baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari penyuluhan materi tentang pentingnya rebusan daunt mint untuk mengurangi emesis gravidarum. Kesimpulan bahwa TIM PkM bersama dengan petugas kesehatan sangat perlu melanjutkan kegiatan ini kepada masyarakat dan memberikan informasi pentingnya pemberian daun mint untuk meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat dalam menangani permasalahan yang dihadapi semasa kehamilan.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI KURANG PADA BALITA DI PUSKESMAS BATUA KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR Usman, Aqilah; Nurbaya; Syahrir , Sri Sukmawaty
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.1070

Abstract

Balita usia 0 hingga 59 bulan rentan mengalami gizi buruk karena pertumbuhan dan perkembangannya yang pesat sehingga membutuhkan zat gizi berkualitas tinggi dalam jumlah lebih banyak. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui gambaran tingkatl pengetahuanl ibu pada balita gizil kurang ldi lwilayah kerjal Puskesmasl Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar 2023. Jenis lpenelitian ini merupakanl rencanal penelitian lyang ldisusun lsedemikian rupa sehinggal peneliti ldapat lmemperoleh ljawaban atas lpertanyaan lpenelitiannya. Desainl penelitianl yang digunakanl adalah lpenelitian observasional dengan analisis deskriptif kualitatif dan desain cross-sectional. Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan pengetahuanl ibu lsebagian kecil denganl kategoril baik sebanyak 9 orang(45%) dan sebagianl besarl dengan lkategori burukl sebanyak 11 orangl (55%). lPerilaku ibu sebagianl kecill dengan lkategori baikl lsebanyak 8 orang(40%) ldan sebagianl besar ldengan kategoril burukl sebanyak 12 orangl (60%). Polal asuhl ibu sebagianl lbesar dengan kategori lbaik sebanyakl 12 orang(60%) danl sebagian lkecil dengan kategoril buruk sebanyakl 8 orang (40%). Statusl gizil (BB/U) balita dengan kategori baik terdapat 3 orang (15%), kategoril kurangl terdapat 10 orangl (l50%) dan lkategori buruk terdapat 7 orang (35%). Berdasarkan penelitian diatas maka kesimpulan yang ditarik oleh penulis sebagai berikut : a) Gambaran tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita terdapat hubungan dan memperoleh hasil uji chi square sebesar (0,788): b) Gambaran tingkat perilaku ibu dengan status gizi balita terdapat hubungan dan memperoleh hasil uji chi square sebesar (0,198); c) Gambaran tingkat pola asuh ibu dengan status gizi balita terdapat hubungan dan memperoleh hasil uji chi square sebesar (0,240).
Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan- Pemulihan (PMT-P) Pada Kondisi Anak Mengalami Berat Badan Rendah Dibandingkan Dengan Tinggi Badan (Balita Wasting) Delimayani; Nur Rahma Srifitayani; Sri Sukmawaty Syahrir; Susanti; Erni Kadir; Masdarwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3419

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk masalah gizi akut yang ditandai dengan berat badan anak lebih rendah dibandingkan tinggi badan yang seharusnya. Di Indonesia, balita wasting masih menjadi tantangan gizi yang signifikan. Salah satu intervensi yang dilakukan pemerintah adalah Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) untuk balita gizi kurang. Mengetahui pelaksanaan dan efektivitas program PMT-P pada balita wasting dalam upaya peningkatan status gizi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan metode pre-post test tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah balita wasting usia 6–59 bulan di Puskesmas X. Sampel berjumlah 30 anak yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Rata-rata berat badan sebelum intervensi adalah 9,1 kg dan setelah intervensi meningkat menjadi 10,0 kg. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05). PMT-P efektif dalam meningkatkan berat badan balita wasting. Diperlukan pemantauan berkelanjutan dan keterlibatan keluarga untuk menjaga keberlanjutan hasil.
Pemberdayaan Kader Posyandu terkait Pembuatan Kerupuk Ikan Teri sebagai Makanan Tinggi Kalsium dalam Penanganan Stunting Khaerati Ikhsan, Mifta; Syahrir, Sri Sukmawaty; Saputro, Syaifullah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1392

Abstract

Posyandu Gantinga di Desa Bonto Mate’ne, Kabupaten Jeneponto, menghadapi masalah stunting dengan prevalensi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 39,8%. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya pemanfaatan potensi lokal, seperti ikan teri, yang kaya nutrisi namun belum diolah secara optimal. Pengabdian ini bertujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi angka stunting. Metode yang digunakan mencakup perencanaan, pelatihan, dan evaluasi. Sebanyak 15 peserta, termasuk kader Posyandu, dilibatkan dalam pelatihan pengolahan ikan teri menjadi produk bernilai jual tinggi dan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait stunting, dengan rata-rata skor posttest meningkat sebesar 9,5 poin. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ikan teri meningkat secara signifikan dari 0% menjadi 95%. Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga berpotensi menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Dampak jangka panjangnya meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui produk lokal bernilai jual tinggi serta keberlanjutan program melalui pemberdayaan kader Posyandu