Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ASUH MAKAN ANAK DAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN: Child Feeding Practices and Stunting Among Under-Five Children in Pandeglang, Banten Adam Sugiharto; Megawati Simanjuntak; Yulina Eva Riany; Muhammad Rizal Martua Damanik; Diah Krisnatuti
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2204

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan keluarga berisiko tinggi seperti Kabupaten Pandeglang, Banten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh makan anak dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 402 keluarga yang memiliki anak usia 0–59 bulan yang dipilih melalui metode cluster random sampling di tujuh desa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Wawancara dilakukan oleh enumerator dengan ibu bayi atau pengasuh utama anak. Pola asuh makan diukur menggunakan kuesioner FPSQ-S extended version yang mencakup enam indikator. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan signifikan antara seluruh indikator pola asuh makan dan kejadian stunting tidak terdeteksi secara statistik (p>0,05). Proporsi stunting relatif seragam pada seluruh kategori pola asuh makan, yang menunjukkan adanya homogenitas praktik pemberian makan dalam populasi penelitian. Selain itu, karakteristik anak dan keluarga juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Temuan ini mengindikasikan bahwa stunting merupakan masalah multifaktorial yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor individu, keluarga, dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang komprehensif dan terintegrasi dalam upaya pencegahan stunting.
Strategi Membangun Masa Depan Anak Terlantar Melalui Pendidikan Yulina Eva Riany; Aisyah Puspita Putri; Hilma Amrullah; Restu Utami
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.743-748

Abstract

Salah satu kategori rentan dan masuk dalam indikator pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) adalah anak terlantar (Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2021). Berdasarkan kriteria Kemensos, anak terlantar adalah individu berusia 6 (enam) sampai dengan 18 (delapan belas tahun yang mengalami perlakuan salah dan ditelantarkan oleh orang tua atau keluarga atau kehilangan hak asuh dari orang tua atau keluarganya, dengan rincian : (1) berasal dari keluarga fakir miskin; (2) anak yang dilalaikan oleh orang tuanya dan (3) anak yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya. Masalah anak terlantar merupakan tantangan serius karena mereka rentan menjadi korban kekerasan, korban perdagangan orang, eksploitasi dan penyimpangan lainnya, padahal seharusnya mereka dapat tumbuh dan berkembang untuk mencapai cita-citanya.