Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Leukopenia and Dengue Fever in Child Patients Ida Bagus Eka Utama Wija; Audrey Gunawan; Nia Reviani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 4 (2025): IJHET NOVEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between leukocyte counts and the incidence of dengue infection in pediatric patients. The study employed a cross-sectional analytical design, collecting data from medical records of patients diagnosed with dengue fever and dengue hemorrhagic fever at RSU UKI from August 1 to 14, 2024. Among 95 patients who met the inclusion criteria, results showed that the majority experienced leukopenia, with percentages of 54.7% on the first day, 52.6% on the second day, and 44.2% on the third day. A significant relationship was found between leukocyte counts and hematocrit values (p = 0.000). Dengue fever occurred more frequently than dengue hemorrhagic fever, with higher prevalence among male patients and those aged 10–18 years. The peak of leukopenia was observed on the second day, which may help predict the critical phase of plasma leakage. Furthermore, the study highlights that monitoring leukocyte trends provides an early indicator for clinicians to anticipate disease progression and potential complications. Regular hematological evaluation, especially within the first three days of fever onset, is essential for distinguishing between mild and severe forms of dengue. The findings also support the integration of leukocyte monitoring with other clinical parameters, such as platelet count and hematocrit levels, to improve diagnostic accuracy and treatment outcomes. Early recognition of leukopenia patterns can aid in timely interventions, reducing the risk of shock and hemorrhagic manifestations. Therefore, this research reinforces the importance of leukocyte count as a vital prognostic marker in pediatric dengue cases, contributing to better patient management and clinical decision-making in endemic regions
Strategi Pengendalian Stres pada Suami Pekerja Migran Indonesia Vivi Irzalinda; Nia Reviani; Mirdat Silitonga; Herien Puspitawati; Istiqlaliyah Muflikhati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 1 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0501.460-464

Abstract

Stres dikategorikan ketika tuntutan dan beban tugas yang berat dialami seseorang namun tidak dapat menyelesaikannya, sehingga akan berdampak negatif pada tubuh seseorang. Respons tubuh tersebut disebut respons fisiologis dan psikologis. Suami akan mengalami stres saat istri memutuskan menjadi TKI karena merasa pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh istri sekarang menjadi tanggung jawab suami. Perginya istri menjadi masalah yang berat bagi suami. Banyaknya beban yang ditanggung suami dapat mengakibatkan suami mengalami gejala stres. Pentingnya pengendalian stres suami TKI sebagai masukan program relevan kerjasama kementerian yaitu integrasi pendidikan komunitas pembangunan keluarga (community parenting), meningkatkan akses kesehatan mental dan terapi keluarga bagi suami TKI
Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Kesejahteraan Anak Didik Sukarno; Vivi Irzalinda; Nia Reviani; Adam Sugiharto; Melly Latifah
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.617-621

Abstract

Sekolah dapat melakukan beberapa upaya untuk mendukung kesejahteraan mental anak didik selama pembelajaran jarak jauh, seperti: 1) Melakukan kegiatan bimbingan konseling secara online untuk membantu siswa mengatasi masalah psikologis dan mental yang mungkin mereka alami selama pembelajaran jarak jauh (Mayasari, Evanjeli, Anggadewi, & Purnomo, 2022). 2) Menyediakan dukungan sosial bagi siswa, seperti melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan kolaborasi dengan guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam materi pelajaran (Aloysius & Salvia, 2021). 3) Mengurangi ketergantungan siswa pada smartphone dengan menyediakan alternatif metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif, sehingga siswa tidak hanya bergantung pada perangkat elektronik (Aloysius & Salvia, 2021). 4) Melakukan evaluasi dan perancangan ulang sistem pendidikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa selama pembelajaran jarak jauh, termasuk menyediakan fasilitas yang memadai untuk pembelajaran online (Mayasari et al., 2022). 5) Meningkatkan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua untuk memastikan pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran dan tugas yang diberikan, serta memberikan dukungan emosional bagi siswa (Mayasari et al., 2022).