Tita Nofianti
STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH INFUSA BUAH TERONG CEPOKA TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN Tita Nofianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.80

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh infusa buah terong Cepoka terhadap konsentrasi spermatozoa tikus putih jantan.  Tikus putih sebanyak 20 ekor umur 2-3 bulan dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak lengkap dengan perlakuan kelompok kontrol dan 3 dosis uji. Parameter yang diukur adalah bobot testis basah per 100 g berat  badan tikus; indeks testis dan konsentrasi spermatozoa. Data dianalisis dengan Anava (α = 0,05) dan dilanjutkan uji LSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infus buah terung Cepoka belum dapat menurunkan bobot testis, indeks testis dan konsentrasi spermatozoa secara signifikan
AKTIVITAS ANALGETIKA INFUSA DAUN ALPUKAT (Persea americana) PADA MENCIT Tita Nofianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.64

Abstract

Pengujian aktivitas analgetika infusa daun alpukat dilakukan dengan melihat writhing reflex (geliat) setelah pemberian asam asetat secara intraperitonial kepada mencit jantan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan jumlah geliat setelah pemberian infusa daun alpukat dengan kontrol negatif (PGA 0,5%) dan kontrol positif (Asetosal). Efek writhing reflex (geliat) dihitung setelah 30 menit pemberian asam asetat, respon writhing reflex diamati dengan selang waktu 5 menit selama 30 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dosis uji III yang diberi infusa daun alpukat dosis 0.026 gram/20 gram bb mencit mempunyai nilai efektivitas analgetika lebih besar dibandingkan dengan dosis uji I yang diberi infusa daun alpukat dosis 0,0065 gram/ 20 gram bb mencit, dan dosis uji II yang diberi infusa daun alpukat dosis 0,013 gram/ 20 gram bb mencit.