Dewi Peti Virgianti
Prodi Analis Kesehatan, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS BEBERAPA MERK MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis SECARA IN VITRO Dewi Peti Virgianti; Lia Aulia Rahmah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.148

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Pada saat menghisap darah hospesnya, kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Selama ini kutu kepala dapat dimatikan dengan obat pedikulosida kimiawi seperti lindane dan permethrin 1%, tetapi menimbulkan efek samping khususnya terhadap gangguan kesehatan manusia dan timbulnya resistensi serangga terhadap insektisida. Minyak kayu putih mempunyai kandungan kimia yang bersifat insektisida diantaranya cineol yang dapat digunakan sebagai pedikulosida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa merk minyak kayu putih terhadap mortalitas kutu kepala.Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes BTH Tasikmalaya dan Pondok Pesantren “Z”di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan meletakkan 10 ekor kutu kepala dewasa pada kertas saring yang telah dijenuhkan dengan minyak kayu putih di dalam cawan petri. Mortalitas kutu kepala diamati berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan secara duplo menggunakan 4 merk kayu putih. Dilakukankan pula pengujian kontrol menggunakan akuades serta kontrol menggunakan obat sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sebagai pembanding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas yang tinggi yaitu menyebabkan 100% kematian kutu kepala yang diuji dengan waktu kurang dari 5 menit. Minyak kayu putih merk “A” memberikan tingkat mortalitas tercepat dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan 3 menit 23 detik. Pada kontrol tidak terjadi mortalitas selama proses pengujian dan bahkan tetap hidup ± 29 jam 50 menit setelah pengujian, sedangkan pada kontrol obat sintetis kimia mortalitas 100% terjadi setelah 2 jam waktu pengujian.Dari hasil penelitian diketahui bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas tinggi terhadap kutu kepala dewasa dan lebih efektif dari segi waktu dibandingkan dengan kontrol akuades dan pedikulosida sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sehingga bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pedikulosida nabati.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, minyak kayu putih, pedikulosida.
PEMERIKSAAN KONTAMINASI Candida albicans PADA AIR KOLAM RENANG DI KOTA TASIKMALAYA Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.59

Abstract

Air yang telah tercemar akan menjadi media berkembangnya berbagai bakteri maupun jamur yang biasanya menyebabkan infeksi dan berbagai macam penyakit. Salah satu jenis jamur yang dapat mencemari air adalah jamur Candida albicans.Pada penelitian ini telah dilakukan pemeriksaan Candida albicans pada air kolam renang di lima tempat di Kota Tasikmalaya sebanyak 10 sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi jamur Candida albicans pada air kolam renang di Kota Tasikmalaya yang dapat menginfeksi para pengguna air kolam renang tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara melakukan pembiakan dari sampel air kolam renang yang ditanam pada medium Sabauroud Dextrosa Agar (SDA). Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan untuk mengetahui spesies dan kemampuan memfermentasi karbohidrat koloni tersangka Candida sp ditanam pada medium gula-gula.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu terdapat persentasi kehadiran Candida albicans sebanyak 20%, Candida krusei 10%, Candida tropicalis 20%, Candida parapsilosis 10%, Penicillium sp 10%,  dan jamur yang tidak teridentifikasi 60%. Dapat disimpulkan bahwa air kolam renang bisa menjadi sumber infeksi dan penularan penyakit bagi penggunanya, khususnya yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kata kunci : Candida albicans, air kolam renang