Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENETAPAN KADAR FORMALIN PADA BUAH IMPOR DI KOTA TASIKMALAYA Ade Aprilia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.269

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, sehingga membuat Indonesia menjadi salah satu negara penghasil buah – buahan. Namun karena populasi masyarakat Indonesia yang begitu besar mengakibatkan buah – buahan yang dihasilkan oleh para petani Indonesia tidak mencukupi, sehingga pemeritah melakukan impor buah – buahan. Untuk memperpanjang waktu simpan buah impor, biasanya produsen buah impor menggunakan pengawet, tetapi pengawet yang digunakan adalah formalin karena senyawa ini mudah larut dalam air dan bersifat antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisisadaatautidakadapenggunaanformalindalambuah impor danberapakadarnya. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif menggunakan metode Schiff dan analisis kuantitatif menggunakan metodemDinitrophenilhidrazin (DNPH). Sampel ditambahkan H3PO4 85% dan didestilasi, destilat yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 jenis sampel buah impor, 7 sampel buah impor teridentifikasi mengandung formalin yaitu sampel buah anggur, Jeruk dan Apel. Sedangkan hasil analisis kuantitatif dari 7 sampel buah impor menggunakan metode Dinitriphenilhdrazin memperoleh persamaan kurva kalibrasi y = 0,0009x + 0,0512 dan r = 0,9968, dengan kadar formalin pada sampel buah impor antara 784,22 – 68,67 ppm. Kadar tertinggi terdapat pada sampel buah impor anggur merah yaitu 784,22 ppm sedangkan kadar terrendah terdapat pada sampel buah impor jeruk 68,67 ppm. Penggunaan formalin dalam makanan melanggar Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No.033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, karena dalam peraturan tersebut secara jelas mengatakan bahwa formalin sebagai bahan kimia yang dilarang digunakan dalam bahan tambahan pangan sebagai pengawet makanan.
Penerapan Teknologi Website untuk Pengembangan UMKM Toko Beras CIA melalui Project Based Learning Resti Ulya Putri; Ade Aprilia; Maulidya Aisya Rahmi
Jurnal Komputer dan Teknologi Informasi (JUKOMTIK) Vol. 1 No. 1 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sektor industri, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Indonesia, UMKM memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian nasional, namun banyak pelaku usaha yang masih mengalami keterbatasan dalam penerapan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu Toko Beras CIA, salah satu UMKM di Kota Padang, dalam mengembangkan media promosi berbasis website menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan tampilan, pembuatan konten, pengembangan website, serta pelatihan pengelolaan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website yang dikembangkan berfungsi secara efektif sebagai sarana promosi digital dan media komunikasi antara toko dan pelanggan. Website ini meningkatkan visibilitas usaha, memperkuat citra merek, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses informasi dan melakukan pemesanan daring. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan teori ke praktik nyata serta mengembangkan kemampuan kolaboratif dan kreatif.