Korry Novitriani
STIKes Bakti Tunas Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS ECENG GONDOK ((Eichormia crassipes) DALAM MENYERAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.100

Abstract

Eceng gondok (Eichernia crassipes) dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ekstrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrient, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. (Handy, 2003). Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat terjadi penurunan kadar Pb dalam air setelah dilakukan perendaman eceng gondok dengan berbagai variasi hari dan jenis eceng gondok. Setelah direndam selama 3 hari, didapat penurunan kadar Pb yang awalnya Pb tersebut mempunyai konsentrasi 8,8 ppm terjadi penurunan yang cukup besar. Penurunan yang paling Signifikan terdapat pada sampel eceng gondok pendek dan kotor perendaman 3 hari yaitu sebesar 3,4 ppm. Hal ini disebabkan karena pada akar yang kotor , masih didukung  dengan adanya   Mikroorganisme pada akar eceng gondok  yaitu Mikrobia rhizosfera sebagai tempat pertumbuhan nya. Bahan-bahan organik maupun anorganik termasuk logam Pb dapat direduksi oleh mikrobia rhizosfera yang terdapat pada akar eceng gondok dengan cara menyerapnya dari perairan kemudian mengakumulasikan kedalam struktur tubuhnya. Juga didukung oleh daya absorbsi serta akumulasi yang besar. Dengan demikian dapat di tarik simpulan bahwa eceng gondok memang mampu menurunkan kadar logam berat dalam air.
PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.101

Abstract

Alternatif pengolahan minyak goreng bekas adalah melalui proses pemurnian dengan menggunakan sejumlah adsorben. Proses pengolahan minyak goreng bekas tersebut telah dilakukan oleh Sumarni (2004), dengan menggunakan bentonit dan arang aktif untuk penjernihan minyak goreng bekas yang hasilnya menunjukkan bahwa bilangan asam dan peroksida juga mengalami penurunan, namun minyak yang dihasilkan kurang memenuhi standar umum. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan merupakan minyak goreng bekas yang diberi perlakuan melalui proses pemurnian (despicing, netralisasi, dan bleacing). Kemudian pengumpulan data berdasarkan analisa laboratorium secara kuantitatif dan analisa data dengan perhitungan angka peroksida dengan metode iodometri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap angka peroksida pada minyak goreng bekas sebelum proses pemurnian adalah sebesar 17,0863 meq/kg, sedangkan pada minyak goreng bekas sesudah proses pemurnian sebesar 9,0080 meq/kg. Hasil yang didapat belum memenuhi standar umum minyak goreng yaitu 2 meq/kg. Adanya proses pemurnian mampu menurunkan angka peroksida sebesar 47,28 % dari minyak goreng bekas.