Lusi Nurdianti
Prodi S1 Farmasi STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH ( Piper betle ) DAN KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon burm f.) SEBAGAI PEMUTIH DAN ANTISEPTIK PADA GIGI Lusi Nurdianti; W F Annissya; Y M Pamela; Elia Novianti; Mina Audina; Elva Kurniasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.181

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada mulut kita adalah gusi berdarah, tampilan gigi yang menjadi kuning akibat beberapa faktor baik intrinsik maupun ekstrinsik. Pasta gigi yang digunakan haruslah berkhasiat, aman dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dikarenakan penggunaan pasta gigi dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat sediaan pasta gigi herbal yang berkhasiat dan aman dengan menggunakan kombinasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon. Untuk memperoleh pasta gigi yang berkhasiat dan aman, maka dilakukan serangkaian metode mulai dari pengumpulan bahan baku, ekstraksi, pemeriksaan parameter dan skrining ekstrak, isolasi dan katakterisasi pektin, formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi serta uji aktivitas antibakteri Streptoccocus mutans yang dibandingkan dengan pasta gigi yang beredar di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya hambat anti bakteri Streptococcus mutans formula pasta gigi paling baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon 10% dengan zona hambat 15,4 mm yang lebih baik daripada pasta gigi herbal yang ada di pasaran dengan daya hambat sebesar 14,4 mm. Kandungan vitamin c pada ekstrak kulit jeruk lemon juga dapat berpotensi sebagai pemutih gigi dan antisariawan. Berdasarkan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan 0,00006 (P < 0,05) menjelaskan bahwa adanya perbedaan yang bermakna diantara formula artinya peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon pada setiap formula memberikan aktivitas antibakteri dan antiseptik yang lebih baik.
UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) TERHADAP DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.194

Abstract

Daun katuk ( Sauropus androgynous (L) Merr ) adalah tanaman sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara ( Utami, 2008). Penelitian ini mengenai aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari daun katuk telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50, sifat fisik dan kimia serta aktivitas antioksidan krim ekstrak etanol daun katuk dibandingkan dengan kontrol negatif formula yang tanpa ekstrak. Penelitian ini dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri pada λ maks 516 nm. Krim terdiri dari 4 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun katuk yaitu F1 tanpa ekstrak, F2 1%, F3 2% dan F4 3% terhadap total bobot krim. Evaluasi sifat fisik dan kimia meliputi uji organoleptik, pH, viskositas dan uji hedonik, dilakukan juga pengujian tipe emulsi serta uji aktivitas antioksidan dari formula terbaik dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak daun katuk adalah sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 32,04 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan dari formula terbaik secara stabilitas penyimpanan selama 28 hari adalah formula 4 dengan nilai IC50 sebesar 55,85 ppm dengan konsentrasi ekstrak daun katuk 3%