Nissa noor annashr
Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ETERMINAN PERILAKU BAB (BUANG AIR BESAR) SEMBARANGAN DI DESA JAMBERAMA KECAMATAN SELAJAMBE KABUPATEN KUNINGAN Nissa noor annashr
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.508

Abstract

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)di Indonesia, hingga tahun 2015, 62 juta (53%) penduduk pedesaan masih belum memiliki akses kesanitasi yang layak. 34 juta dari mereka masih melakukan BAB (buang air besar) sembarangan. Padatahun 2015, data dari Puskesmas Selajambe, menunjukkan bahwa 74,98% rumah tangga di DesaJamberama memiliki jamban di rumah mereka. Ini berarti bahwa ada 25,02% rumah tangga yang tidakmemiliki jamban di rumah mereka. Ini mengindikasikan bahwa mereka memiliki peluang untukmelakukan perilaku BAB sembarangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prevalensiBAB sembarangan dan menganalisis faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan di DesaJamberama, Kecamatan Selajambe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2016dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik total samplingsehingga ada 469 sampel diundang untuk berpartisipasi. Variabel independen dan dependen diketahuimelalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Variabel independen adalah umur,jenis kelamin, status sosial ekonomi. Variabel dependen adalah perilaku BAB sembarangan. Analisisdata terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square dan fisher exact. Hasilpenelitian menunjukkan prevalensi BAB sembarangan di wilayah studi adalah 6,8% (32 rumahtangga). Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p = 0,715) dan jenis kelamin (p = 0,501)tidak berkontribusi terhadap perilaku BAB sembarangan. Sementara itu, status sosial ekonomi (p =0,037) menjadi faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan.