Irawati Hidayah
Program Studi Farmasi S1, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS IMUNOMODULATOR BEBERAPA TANAMAN DARI SUKU ZINGIBERACEAE Irawati Hidayah; Raden Bayu Indradadi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.610

Abstract

Sistem imun merupakan suatu rangkaian kompleks mekanisme yang melibatkan beberapa sel, protein, maupun sinyal kimia sebagai respon tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa kelainan seperti hipersensitivitas, autoimun, atau imunodefisiensi. Penggunaan obat sintetik dalam mengatasi kelainan imun dapat menyebabkan beberapa efek samping, diantaranya adalah toksik terhadap organ, hipertensi, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Alternatif dari obat sintetik tersebut adalah tanaman dengan aktivitas imunomodulator. Suku Zingiberaceae merupakan tanaman yang tersebar luas di Asia Tenggara. Penggunaan tanaman suku ini di Indonesia adalah sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Tujuan dari dibuatnya artikel ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah mengenai tanaman suku Zingiberaceae dengan aktivitas imunomodulator. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah dengan melakukan proses pencarian secara daring menggunakan aplikasi Google Chrome pada situs PubMed dan Google Scholar. Tanaman suku Zingiberaceae seperti as Amomum xanthioides Wall., Boesenbergia pandurata Roxb., dan Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. menunjukan aktivitas sebagai imunosupresan. Sementara, tanaman dengan aktivitas imunosupresan dan imunostimulan adalah Curcuma kwangsiensis, Zingiber officinale Roxb., dan Curcuma longa Linn.. Tanaman tersebut memiliki dua aktivitas sekaligus, yaitu sebagai imunosupresan dan imunostimulan pada dosis pemberian yang berbeda. Maka dari itu, penggunaan tanaman sebagai imunomodulator juga perlu diperhatikan.