This Author published in this journals
All Journal Elkawnie
Hafni Putri Indriani Indra
Graduate School of Chemical Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Removal of Lead Ion (Pb2+) in Water Using Modified Clay-Carbon-Manganese Monolith: Characterization and Adsorption Studies Hafni Putri Indriani Indra; Darmadi Darmadi; Adisalamun Adisalamun; Aula Chairunnisak; Nasrullah RCL
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v9i2.16976

Abstract

Abstract:  In recent years, the presence of heavy metals in water has been a concern, and some purification processes have been developed to overcome these problems. This study aims to conduct and investigate the performance of the 3 modifications of adsorbents namely clay-carbon, clay-carbon manganese monolith 2% and clay-carbon manganese monolith 5% in adsorbing Pb2+ ions in water. The surfaces and elemental compositions of the two adsorbents were investigated by a scanning electron microscope and Fourier infrared transform. The variables evaluated in analyzing the adsorption efficiencies were the effect of contact time (0, 150, 180, 210, and 240 minutes), MnO2 doses in monolith (2 and 5% weight) and initial Pb2+ ion concentrations (2 and 4 mg/L). The adsorption behaviour in the equilibrium stage was observed through the isotherms (Freundlich, Langmuir, and Brunauer–Emmett–Teller (BET)) and kinetics study (pseudo-first and pseudo-second order linear-non linear models). The impregnation of manganese into the adsorbent showed significant results in adsorption. The maximum adsorption efficiency was 92.92% in a Pb2+ solution of 4 mg/L utilizing clay-carbon-manganese monolith at a contact time of 240 minutes. Meanwhile, the clay-carbon monolith efficiency was 50.59%. Thus, the modification biomass material with the impregnation of metal such as clay-carbon-manganese monolith can be used as a potent, reusable, and durable adsorbent in removing metal ions in water and wastewater.Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan logam berat dalam air masih menjadi perhatian dan beberapa proses pemurnian dikembangkan untuk mengatasi masalah ini. Adsorpsi adalah proses yang efisien dan murah untuk mengolah air yang mengandung logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dan menyelidiki kinerja monolit tanah liat-karbon dan tanah liat-karbon mangan dalam mengadsorpsi ion Pb2+ dalam air. Permukaan dan komposisi unsur dari dua adsorben diselidiki dengan mikroskop elektron dan transformasi inframerah fourier. Variabel yang dinilai dalam analisis efisiensi adsorpsi adalah pengaruh waktu kontak (0, 150, 180, 210 dan 240 menit), dosis MnO2 dalam monolit (2 dan 5% berat) dan konsentrasi ion Pb2+ awal (2 dan 4 mg/L). ). Perilaku adsorpsi pada tahap kesetimbangan diamati melalui isoterm (Freundlich, Langmuir dan Brunauer–Emmett–Teller (BET)) dan studi kinetika (model linier-non linier orde satu semu dan semu dua). Impregnasi mangan ke dalam adsorben menunjukkan hasil yang signifikan dalam adsorpsi. Efisiensi adsorpsi ion Pb2+ tertinggi diperoleh 92,92% pada konsentrasi larutan 4 mg/L dengan penggunaan monolit lempung-karbon-mangan pada waktu kontak 240 menit. Sedangkan efisiensi clay-carbon monolit sebesar 50,59%. Perilaku adsorpsi ion Pb2+ baik pada karbon lempung maupun monolit karbon-lempung-mangan paling sesuai dengan model orde satu non linier dan isoterm Langmuir, dimana adsorpsi terjadi pada permukaan adsorben monolayer. Dengan demikian, bahan biomassa modifikasi dengan impregnasi logam seperti monolit tanah liat-karbon-mangan dapat digunakan sebagai adsorben yang kuat, dapat digunakan kembali, dan tahan lama dalam menghilangkan ion logam dalam air dan air limbah.