Rachel Helensky Shambhala
Petra Christian University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Impression Management Calon Presiden 2024 dalam Tayangan “3 Bacapres Bicara Gagasan” di Kanal YouTube Najwa Shihab Menurut Masyarakat Gen-Z di Surabaya Daniel Budiman Prayogo; Darren Tanuwijaya; Rachel Helensky Shambhala; I Putu Poundra Lois Putra Witarsa
Scriptura Vol. 13 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.13.2.169-183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi impression management yang digunakan oleh 3 Calon Presiden 2024 dalam tayangan “3 Bacapres Bicara Gagasan” di kanal YouTube Najwa Shihab menurut Gen-Z. Impression management adalah proses seorang individu dalam membentuk kesan yang diinginkan dari orang lain terhadap dirinya. Strategi yang digunakan adalah milik Jones & Pittman (1982) dengan indikator: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai instrumen pengambilan data dan pengukuran data menggunakan skala Guttman. Populasi penelitian ini adalah 464.166 Gen-Z yang ada di Surabaya, berusia 17-26 tahun, dan telah menonton tayangan “3 Bacapres Bicara Gagasan” di kanal YouTube Najwa Shihab. Sampel penelitian menggunakan rumus Yamane yang berjumlah minimal 100 responden. Dalam penelitian ini, sampel responden yang diambil sejumlah 139. Hasil penelitian menemukan bahwa Gen-Z melihat kecenderungan strategi impression management yang digunakan oleh 3 Calon Presiden tersebut adalah ingratiation, yaitu strategi seseorang untuk dianggap baik dan positif di mata orang lain. Sedangkan, strategi yang paling jarang digunakan adalah intimidation dan supplication, yaitu strategi yang membentuk kesan berbahaya dan strategi yang menunjukkan sisi inferioritas dari individu tersebut.
Sikap Generasi Z Tentang Video “3 Bacapres Bicara Gagasan” di Channel Youtube Najwa Shihab Rachel Helensky Shambhala; I Putu Poundra Lois Putra Witarsa; Daniel Budiman Prayogo; Darren Tanuwijaya
Scriptura Vol. 13 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.13.2.184-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap generasi Z tentang video “3 bacapres bicara gagasan” di channel youtube Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data serta skala likert untuk pengukuran data penelitian. Menurut data dari BPS terdapat 41.416.407 generasi Z dari Jawa Timur berumur 17-26 tahun yang dijadikan populasi penelitian ini. Sampel penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin yang berjumlah 100 responden. Hasil penelitian ini bahwa generasi Z mengetahui, menyukai, dan cenderung mendukung salah satu calon presiden setelah menonton video “3 bacapres bicara gagasan”. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa 100% responden menunjukan sikap yang positif tentang video “3 bacapres bicara gagasan”.
Categorization of Master-Slave Dialectic in Short Science Fiction Films Generated by Artificial Intelligence That are Broadcasted on YouTube Rachel Helensky Shambhala; Jandy Edipson Luik; Chory Angela Wijayanti
Scriptura Vol. 15 No. 1 (2025): JULY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.15.1.84-94

Abstract

The rapid evolution of artificial intelligence (AI) has transformed the creative industry, enabling machines to generate images and videos that can be compiled into narrative short films. This technological shift raises important questions about authorship, control, and meaning-making in digital media. This study aims to investigate how the master-slave dialectic, a philosophical concept describing power dynamics between entities, is portrayed in AI generated science fiction short films. Using qualitative content analysis, 10 AI generated short films were examined to identify how messages related to this dialectic are communicated. The analysis reveals three major categories, vulnerability, alienated, and automation. With vulnerability and automation being most prominently depicted, while alienated appears more subtly. Across these categories, eight subcategories were identified, including two new ones which are acceptance and rebellion, that extend Coeckelbergh’s framework and reflect diverse human responses to technological dominance. These results demonstrate that AI generated films can convey complex socio-technical tensions and function as an emerging form of mass communication, contributing to the discourse on human and technology relations in contemporary media.