Raden Darmawan
Departement of Chemical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya 60111, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pra Desain Pabrik Bio Pellet dari Ampas Tebu (Bagasse) dengan Proses Torrefaction Bagas Hardiatmoko; Aulia Defriana; Sri Rachmania Juliastuti; Raden Darmawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v4i1.19183

Abstract

Sebagai salah satu bentuk energi terbarukan, bioenergi memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Ketersediaan bahan baku yang melimpah di indonesia menjadi salah satu alasan pemanfaatan energi yang bersumber dari bioenergi. Biomassa dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar atau melalui proses pembuatan pellet untuk menghasilkan energi sekunder yaitu tenaga listrik. Potensi pasar dari usaha pellet semakin meningkat, apalagi dengan adanya program co-firing dari pemerintah untuk mencampur bio pellet dengan bahan bakar fosil memberikan peluang didirikannya pabrik bio pellet untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Bio pellet merupakan salah satu bahan bakar biomasa yang memiliki kesergaman bentuk,  ukuran, densitas, dan kandungan energi. Ampas tebu (bagasse) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bio pellet karena jumlahnya yang melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik. Pada produksi bio pellet dari ampas tebu (bagasse) ini, dipilih metode torrefaction dimana terdapat tiga tahap pada pembuatan pellet yaitu tahap pre-treatment, tahap torrefaction yaitu konversi biomasa menjadi karbon, dan tahap pelletizing yaitu mengubah torrified biomass menjasi bentuk pellet. Pabrik ini direncanakan beroperasi 330 hari/tahun, 24 jam/hari dengan kapasitas 60.000 ton/tahun dan membutuhkan bahan baku ampas tebu (bagasse) sebanyak 130.842 ton/tahun. Produk yang dihasilkan mempunyai yield 47%. Internal rate of return dari pabrik ini sebesar 14,49% dengan Payout time selama 7,5 tahun dan Break even point sebesar 26%.
Analisa Potensi Pendirian Pabrik Biopackaging dari Ampas Tebu dan Waste Virgin Paper dengan Proses Kraft Nisa’ul Afifah Aini; Sashi Agustina Agustina; Raden Darmawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.19156

Abstract

Pabrik biopackaging dilakukan melalui proses kraft. Pabrik biopackaging ini diharapkan dapat menghasilkan packaging yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Pabrik ini direncanakan dengan kapasitas sebesar 2.465 pcs/hari untuk tipe 1; 116.722 pcs/hari untuk tipe 2; 218.494 pcs/hari untuk tipe 3 dan 301.730 pcs/hari untuk tipe 4. Bahan baku utama biopackaging ini adalah bagasse dan waste virgin paper. Pendirian pabrik biopackaging ini direncanakan dibangun di Malang, Jawa Timur, dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain ketersediaan bahan baku dan air yang melimpah, sumber energi listrik memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan topologi daerah yang memadai. Proses kraft menggunakan NaOH dan Na2S dilakukan pada suhu 175oC dan tekanan 6,9 atm selama 12 menit. Konversi dalam menghilangkan lignin yang didapat adalah 50% dan untuk proses recovery unit dilakukan pengolahan black liquor yang berasal dari tahap washing pada proses pulping. Black liquor dipekatkan konsentrasinya dalam multi-effect evaporator dan konsentrator merupakan titik dimana black liquor dapat efektif terbakar dalam recovery boiler yang biasanya berupa 65% padatan atau lebih. Black liquor disemprotkan ke dalam bagian bawah recovery boiler untuk dibakar dengan oksigen sehingga Na2S terbentuk. Pada recovery unit ini, juga dilakukan pengolahan dalam lime kiln untuk mendapatkan kembali CaO dan pemisahan lignin. Sumber dana investasi berasal dari modal pinjaman 60% dan modal sendiri 40% dengan bunga 8,5% per tahun. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal/ Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp663.725.166.768 dan biaya operasional/ Operational Expenditure (OPEX) sebesar Rp194.004.201.727. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp693.476.068.366 dengan Internal Rate Return (IRR) 18,33%, waktu pengembalian produk 8,24 tahun dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp922.110.902.337. Berdasarkan data analisa kelayakan di atas, maka disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.