Dewi Farra Prasasya
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Oil Palm Frond dengan Proses Fermentasi Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Maria Regina Olga Santoso; Dewi Farra Prasasya; Arief Widjaja
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v2i2.14363

Abstract

Konsumsi minyak yang tak diiringi dengan jumlah produksi akan mengakibatkan ancaman kelangkaan sumber energi. Oleh karena itu, Indonesia merancang REUN dan PP RI. No 79 tahun 2014 yang akan menggunakan Energi Baru Terbarukan sebanyak 23% pada tahun pada 2025 dan 31% pada tahun 2050 yang salah satu sumbernya merupakan biomassa dalam rupa pelepah kelapa sawit atau Oil Palm Frond (OPF). OPF tersedia melimpah di Indonesia dan berasal dari perkebunan kelapa sawit hasil pemangkasan saat panen, yang utamanya hanya digunakan sebagai pakan ternak dan nutrisi kebun. Kandungan gula sederhana OPF mencapai 647.76 g/L.  Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2024. Pabrik bioetanol ini berkapasitas 49.875 kg/jam limbah OPF masuk dan beroperasi selama 24 jam per hari dengan hari kerja 330 hari per tahun untuk menghasilkan 37.000 kL tiap tahunnya. Terdapat 3 tahapan utama dalam proses pembuatan bioetanol dari OPF berbasis jus OPF, yaitu tahap pretreatment, fermentasi, dan pemisahan. Produksi dimulai dengan OPF dipotong menggunakan Cutter, lalu diperas menggunakan roll mill dan air imbibisi bersuhu 70°C dan disaring menghasilkan jus OPF. Kemudian disesuaikan pH dan pemberian nutrisi pada jus OPF serta disterilkan. Aliran kemudian dibagi menjadi dua yaitu pengulturan dalam kondisi aerob 24 jam dan fermentasi jus OPF beserta inokulum dalam kondisi anaerob 36 jam secara batch. Beer yang dihasilkan disaring dan dimurnikan dengan distilasi hingga 95% dan dilanjutkan dengan adsorbsi hingga kadar etanol mencapai 99,5%. Modal pabrik bioethanol berasal dari 40% dana pribadi dan 60% pinjaman dari Bank BNI. Dengan perincian analisa ekonomi sebagai berikut : Nilai NPV positif dan nilai Internal rate of Return sebesar 18,01% di atas WACC 10,05% dan bunga bank 9,64%, POT  dalam 4,4 tahun, dan BEP sebesar 34,80%. Dilihat dari sensitivitas terhadap IRR, harga jual produk berpengaruh besar dalam nilai IRR.