Nadia Yuliasari
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Minyak Goreng Dedak Padi dengan Metode Batchwise Solvent Extraction Nadia Yuliasari; Eka Nabila Permatasari; Setiyo Gunawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v2i1.12996

Abstract

Kebutuhan impor minyak goreng non-sawit di Indonesia tergolong tinggi. Minyak dedak padi (rice bran oil) merupakan salah satu jenis minyak goreng non-sawit yang berpotensi sebagai pengganti minyak goreng berbahan sawit.Ditinjau dari segi kesehatan, minyak goreng yang baik untuk dikonsumsi adalah minyak goreng yang memiliki kandungan asam lemak bebas (free fatty acid) oleic yang tinggi. Di Antara minyak goreng sering dikonsumsi oleh warga Indonesia, minyak dedak padi memiliki kandungan oleic tinggi yaitu sebesar 40-50%. Maka dirancanglah pabrik yang direncanakan beroperasi secara kontinu 24 jam selama 330 hari per tahun dengan kapasitas produksi 16.000 ton/hari. Pabrik ini akan didirikan di Lamongan, Jawa Timur, dimana produksi dedak padi 5 tahun terakhir sebesar 363 ribu ton. Terdapat tiga tahapan utama dalam pembuatan minyak goreng dari dedak padi, diantaranya: Persiapan bahan baku (Pre-treatment), Proses Ekstraksi, dan Proses Pemurnian. Pada tahap pemurnian diharapkan memiliki kandungan FFA kurang dari 0,3%. Sumber investasi pabrik minyak goreng dari dedak padi berasal dari 50% dana pribadi dan 50% dana pinjaman dari bank, dengan bunga bank dan laju inflasi berturut-turut 8% dan 1,55% per tahun. Untuk memproduksi minyak goreng dedak padi dengan umur pabrik adalah 10 tahun serta masa konstruksi selama 2 tahun , diperlukan biaya investasi sebesar Rp. 216.472.733.453,87. Berdasarkan analisa ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) sebesar 28,80% serta waktu pengembalian modal (POT) selama 2,87 tahun dengan titik impas (BEP) sebesar 36,05% melalui cara linear. Oleh karena itu, dengan perhitungan analisis ekonomi dan sensitivitas, maka pabrik minyak goreng dari dedak padi ini layak untuk didirikan.