Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Laju Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, dan Nilai Tukar Rupiah, terhadap Penanaman Modal Asing di Sumatera Utara: Pendekatan Error Correction Model (ECM) Vera Dwifany; Joko Suharianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12815

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Nilai Tukar Rupiah (Kurs) terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) di Sumatera Utara periode 2001-2024. Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan sumber pembiayaan pembangunan yang cukup besar, salah satunya melalui PMA. Namun realisasi PMA di Sumatera Utara masih berfluktuasi dan menunjukkan ketidaksesuaian antara teori dengan kondisi empiris, sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) untuk melihat pengaruh jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas, uji kointegrasi, estimasi jangka panjang dengan OLS, estimasi ECM, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA dalam jangka panjang dengan koefisien 2,083259, sementara LPE dan Kurs tidak berpengaruh signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap PMA baik dalam jangka panjang (Prob F = 0,000001) maupun jangka pendek (Prob F = 0,003822). Nilai ECT sebesar -0,849238 menunjukkan bahwa 84,92 persen ketidakseimbangan jangka pendek dikoreksi menuju keseimbangan jangka panjang dalam satu periode. Kemampuan model menjelaskan variasi PMA tergolong baik dengan R-squared jangka panjang sebesar 77,72 persen dan jangka pendek sebesar 55,88 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor fundamental ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan nilai tukar memiliki peran penting dalam memengaruhi arus PMA di Sumatera Utara, meskipun pengaruhnya bervariasi antara jangka pendek dan jangka panjang.