This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Rifki Fandi Kurniawan
Institut Keuangan, Perbankan, Dan Informatika Asia, (Asian Banking, Finance, And Informatics Institute), Perbanas, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengurangan Frekuensi Sockout Reagen di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia Melalui Penerapan QCC (Quality Control Circle) Rifki Fandi Kurniawan
Syntax Idea 245-261
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i1.2882

Abstract

Sejak pandemi covid -19 melanda, Rumah sakit lain yang besar yang bergerak turut bersaing dalam mempertahankan dan mendapatkan pelanggan untuk dapat bertahan dalam persaingan yang ketat dan berusaha meningkatkan kinerja usaha mereka disetiap bidang salah satunya dengan menerapkan QCC (Quality Control Circle). QCC merupakan salah satu konsep untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kerja industri/jasa dengan mendayagunakan seluruh asset yang dimiliki perusahaan/instansi terutama sumber daya manusianya secara lebih baik, guna meningkatkan mutu dalam arti luas. Quality Control Circle (QCC) adalah suatu kegiatan dimana sekelompok karyawan yang bekerjasama dan melakukan pertemuan secara berkala dalam mengupayakan pengendalian mutu (kualitas) dengan cara mengidentifikasikan, menganalisis dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan dengan menggunakan alat-alat pengendalian mutu (QC Tools). Paradigma penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah paradigma post-positivism. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis yang memiliki sifat eksploratif kualitatif yang bertujuan mengekplorasi, dan menjelaskan keadaan atau status fenomena. Data dan informasi dalam penelitian ini diolah secara kuantitatif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Perusahaan telah mengambil tiga strategi dalam mengatasi stockout. Hasilnya dalam tiga bulan ke depan setelah stockout pada reagent, diketahui reagent secara bertahap tidak mengalami stockout. Hal ini disebabkan karena adanya manajemen yang baik dan penggunaan strategi yang dirumuskan