Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kekerasan Terhadap Perempuan: Pencegahan dan Penanganan Suatu Tinjauan Psikologi Sosial Yulius Sodah
Syntax Idea 2327-2336
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i11.2912

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan berbasis gender yang dapat mengakibatkan penderitaan pada perempuan baik secara fisik, seksual, maupun mental. Perempuan sering menjadi golongan yang paling lemah sehingga rentan terhadap perilaku kekerasan oleh kaum lelaki. Data tahun 2023 dari KOMNAS perempuan menunjukkan bahwa tindakan kekerasan terhadap perempuan masih sangat tinggi yaitu 339.782 kasus selama tahun 2022. Angka ini lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus tahun 2021. Data ini menunjukkan fakta bahwa tindakan kekerasan terhadap perempuan masing sangat besar. Kekerasan yang paling sering dialami oleh perempuan adalah kekerasan seksual, diikuti kekerasan fisik, dan kekerasan emosional. Tindakan kekerasan ini dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, sosial, dan kepribadian. Efeknya yang besar terhadap kesejahteraan hidup perempuan, memaksa dilakukannya tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dengan kerjasama berbagai pihak yaitu keluarga, sekolah, lembaga pemerintah dan swasta, serta seluruh elemen masyarakat. Redefinisi konsep budaya tentang perempuan sebagai warga kelas dua perlu dilakukan secara serius. Perempuan memiliki hak dan martabat yang sama dengan kaum lelaki.
Childfree Sebagai Pilihan Hidup dalam Perkawinan Yulius Sodah; Prisella Agata Korompis
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan serta dampak apa yang dialami seorang individu atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak (childfree family). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi pada beberapa pasangan Childfree. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara online dengan para partisipan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki pemahaman yang baik tentang childfree dan memilih dengan bebas apa yang mereka pahami. Penelitian juga menunjukkan bahwa motivasi para pasangan memilih untuk tidak memiliki anak adalah untuk menghindari tanggung jawab yang besar sebagai orang tua. Para penganut childfree juga mengalami bahwa masyarakat sekitar sebagian memiliki pandangan negatif terhadap keputusan mereka menjalani childfree family. Meski demikian pilihan menjalani childfree family juga membawa dampak yang positif bagi pasangan. Mereka mengungkapkan beberapa konsekuensi positif diantaranya: pasangan dapat mengunjungi tempat-tempat yang ingin dikunjungi, menghabiskan waktu lebih intim bersama pasangan, dan lebih menikmati hidup. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode wawancara langsung dengan pasangan childfree family dan orang-orang yang mengenal mereka untuk memperdalam tema ini.
Perjuangan Mencapai Superioritas Sodah, Yulius; Supit, Jessel Bastian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3116

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perjuangan individu dalam mengatasi perasaan Inferioritas untuk mencapai superioritas berdasarkan teori Adler. Adler percaya bahwa semua orang mengalami perasaan inferior sejak kecil dan berjuang sepanjang hidup untuk mengatasinya agar tidak berubah menjadi perasaan inferior yang negatif (inferiority complex). Minat sosial (social interest) individu menjadi semacam daya dorong dan sarana untuk mencapai superioritas diri yang positif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain grounded theory (studi kasus). Data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengatasi inferioritas mengembangkan strategi kompensasi yang efektif, seperti pengembangan kemampuan intelektual dan fisik, sehingga mampu mencapai superioritas dan memiliki pandangan hidup yang lebih optimis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melengkapi dan memperdalam tema tentang perjuangan manusia mengatasi inferioritas.
Childfree Sebagai Pilihan Hidup dalam Perkawinan Sodah, Yulius; Korompis, Prisella Agata
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan serta dampak apa yang dialami seorang individu atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak (childfree family). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi pada beberapa pasangan Childfree. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara online dengan para partisipan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki pemahaman yang baik tentang childfree dan memilih dengan bebas apa yang mereka pahami. Penelitian juga menunjukkan bahwa motivasi para pasangan memilih untuk tidak memiliki anak adalah untuk menghindari tanggung jawab yang besar sebagai orang tua. Para penganut childfree juga mengalami bahwa masyarakat sekitar sebagian memiliki pandangan negatif terhadap keputusan mereka menjalani childfree family. Meski demikian pilihan menjalani childfree family juga membawa dampak yang positif bagi pasangan. Mereka mengungkapkan beberapa konsekuensi positif diantaranya: pasangan dapat mengunjungi tempat-tempat yang ingin dikunjungi, menghabiskan waktu lebih intim bersama pasangan, dan lebih menikmati hidup. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode wawancara langsung dengan pasangan childfree family dan orang-orang yang mengenal mereka untuk memperdalam tema ini.
Perjuangan Mencapai Superioritas Sodah, Yulius; Supit, Jessel Bastian
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3116

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perjuangan individu dalam mengatasi perasaan Inferioritas untuk mencapai superioritas berdasarkan teori Adler. Adler percaya bahwa semua orang mengalami perasaan inferior sejak kecil dan berjuang sepanjang hidup untuk mengatasinya agar tidak berubah menjadi perasaan inferior yang negatif (inferiority complex). Minat sosial (social interest) individu menjadi semacam daya dorong dan sarana untuk mencapai superioritas diri yang positif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain grounded theory (studi kasus). Data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu mengatasi inferioritas mengembangkan strategi kompensasi yang efektif, seperti pengembangan kemampuan intelektual dan fisik, sehingga mampu mencapai superioritas dan memiliki pandangan hidup yang lebih optimis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melengkapi dan memperdalam tema tentang perjuangan manusia mengatasi inferioritas.
The Nuns' Learning Motivation Sodah, Yulius
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i6.1151

Abstract

Nuns are a group of Catholic women who choose not to marry in order to focus on special service in the Church according to the rules of the congregation. Some nuns undergo study missions or become female students on public campuses. This research specifically wants to examine how the learning motivation of students who are nuns is. Researchers want to find out how they increase their motivation to learn while still carrying out the demands of the community or institute. This study uses a qualitative method conducted on 4 nuns who are undergoing studies at a university in Yogyakarta. The results of the study showed that they had a unique motivation to learn. The nuns have an intrinsic motivation to learn, namely the desire and awareness to complete their studies quickly. Obedience to the task of community mission is the most powerful extrinsic motivation that influences the ability and interest in learning of Catholic nuns. The mission task gives birth to motivation from within (intrinsic), namely the responsibility to complete the task entrusted to it by the congregation. The nuns also face challenges in studying, especially adjusting themselves due to different ages and the demands of life as nuns. Further research needs to pay attention to the frequency and intensity of interviews and needs to involve other parties who know the nuns who are studying.