Hairul Ulum
STIS MiftahulUlumLumajang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU (STUDI MULTIKASUS DI SMPN 1 SUKODONO LUMAJANG DAN MTS. NEGERI LUMAJANG) Hairul Ulum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.613

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Untuk mendiskripsikan realitas pengembangan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN I Sukodono dan MTs. Negeri Lumajang, 2). Untuk mendiskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN I Sukodono Lumajang dan MTs. Negeri Lumajang, 3). Untuk mendiskripsikan dampak pengembangan budaya mutu sekolah untuk mewujudkan sekolahunggul di SMPN 1 Sukodono dan MTs. Negeri Lumajang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui studi multi kasus.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.Sumber informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat (wali murid).Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik analisis data lintas kasus. Adapun hasil penelitian strategi pengembangan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN 1 Sukodono Lumajang yaitu: 1.Realitas pengembangan budaya mutu: a. Realitas nilai-nilai budaya mutu yang dikembangkan yaitu nilai-nilai kedisiplinan, nilai-nilai komunikasi, nilai-nilai kerjasama, nilai-nilai komitmen kerja, nilai-nilai keterbukaan, nilai-nilai sosial, dan nilai-nilai perjuangan. b. Budaya lingkungan sekolah bersih dan sehat, c. budaya agamis, dan d. budaya prestasi. 2. Strategi yang digunakan oleh kepala sekolah yaitu membentuk a. kebijakan, b. sosialisasi, c. keteladanan, dan d. evaluasi. 3. Adapun dampak terhadap sekolah efektif (unggul).