Achmad Faisol
Dosen Universitas Islam Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MEMPEROLEH PENDIDIKAN FORMAL LEBIH TINGGI PADA MASYARAKAT TINGKAT EKONOMI LEMAH Achmad Faisol
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1943

Abstract

Akhir-akhir ini perbincangan tentang kemiskinan dan pendidikan masyarakat telah munculkembali dan menjadi tema utama dalam setiap diskusi-diskusi dan kajian- kajian ilmiah, baikdalam kalangan akademik maupun aktifis masyarakat. Masalah tersebut bukanlah masalahyang baru. Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi persoalanperekonomian masyarakat yang dirasakan sangat lemah. Di lain fihak, pendidikan mendudukitempat yang sangat penting dalam rangka mengejar penguasaan ilmu pengetahuan danteknologi, berbagai kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan dimunculkan denganharapan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berpendidikan tinggi, berkualitas,dan bersumberdaya tinggi. Namun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan tersebut tidakberjalan seperti yang diharapkan, dalam artian, upaya tersebut menghadapi berbagaihambatan-hambatan baik itu yang berasal dari masyarakat dan masalah perekonomian yangsangat memprihatinkan. Oleh karena kenyataan itu, maka penulis merasa perlu untukmenuangkannya dalam sebuah karya ilmiah dengan judul: “Upaya Memperoleh PendidikanFormal Lebih Tinggi Pada Masyarakat Tingkat Ekonomi Lemah”Pembahasan ini secara garis besar untuk mengetahui secara jelas bagaimana keadaanperekonomian masayarakat dusun Penanggungan, kesempatan masyarakat DusunPenanggungan, Desa Karang Pringmemperoleh pendidikan lebih tinggi, dengan tujuan untukmengetahui seberapa besar kesempatan masyarakat dusun Penanggungan untukmemperoleh pendidikan yang lebih tinggi, sebagai bahan informasi bagi masyarakat,pemerintah serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui berbagai masalah yangberkaitan dengannya dan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan untuk pemecahannya.Adapun pendekatan yang penulis gunakan yaitu pendekatan teoritis yang disajikan dalam bab II dengan menyuguhkan teori-teori, yang berkembang dari para tokoh-tokoh pemikir.Sedangkan pendekatan empiris disajikan dalam bab IV dengan menyuguhkan keadaan ataukondisi obyek secara jelas, teratur, dan murni. Metode pembahasan yang digunakan dalampembahasan empiris yaitu dedukti dan induktif. sedangkan untuk mendapatkan data, penulismenggunakan metode observasi, wawancara, dan metode pembantu lainnya Setelah dataterkumpul untuk menganalisa dan mengolahnya penulis menggunakan analisa sampling yangdilanjutkan ke deskriptif kualitatif.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keadaan perekonomian keluarga yangrendah menyebabkan proses pencapaian pendidikan terhambat,karena pendidikanmembutuhkan biaya yang relatif banyak (tinggi). Namun hal itu selalu diupayakanpemecahannya lebih baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat itu sendiri
UPAYA MEMPEROLEH PENDIDIKAN FORMAL LEBIH TINGGI PADA MASYARAKAT TINGKAT EKONOMI LEMAH Achmad Faisol
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1943

Abstract

Akhir-akhir ini perbincangan tentang kemiskinan dan pendidikan masyarakat telah munculkembali dan menjadi tema utama dalam setiap diskusi-diskusi dan kajian- kajian ilmiah, baikdalam kalangan akademik maupun aktifis masyarakat. Masalah tersebut bukanlah masalahyang baru. Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi persoalanperekonomian masyarakat yang dirasakan sangat lemah. Di lain fihak, pendidikan mendudukitempat yang sangat penting dalam rangka mengejar penguasaan ilmu pengetahuan danteknologi, berbagai kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan dimunculkan denganharapan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berpendidikan tinggi, berkualitas,dan bersumberdaya tinggi. Namun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan tersebut tidakberjalan seperti yang diharapkan, dalam artian, upaya tersebut menghadapi berbagaihambatan-hambatan baik itu yang berasal dari masyarakat dan masalah perekonomian yangsangat memprihatinkan. Oleh karena kenyataan itu, maka penulis merasa perlu untukmenuangkannya dalam sebuah karya ilmiah dengan judul: “Upaya Memperoleh PendidikanFormal Lebih Tinggi Pada Masyarakat Tingkat Ekonomi Lemah”Pembahasan ini secara garis besar untuk mengetahui secara jelas bagaimana keadaanperekonomian masayarakat dusun Penanggungan, kesempatan masyarakat DusunPenanggungan, Desa Karang Pringmemperoleh pendidikan lebih tinggi, dengan tujuan untukmengetahui seberapa besar kesempatan masyarakat dusun Penanggungan untukmemperoleh pendidikan yang lebih tinggi, sebagai bahan informasi bagi masyarakat,pemerintah serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui berbagai masalah yangberkaitan dengannya dan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan untuk pemecahannya.Adapun pendekatan yang penulis gunakan yaitu pendekatan teoritis yang disajikan dalam bab II dengan menyuguhkan teori-teori, yang berkembang dari para tokoh-tokoh pemikir.Sedangkan pendekatan empiris disajikan dalam bab IV dengan menyuguhkan keadaan ataukondisi obyek secara jelas, teratur, dan murni. Metode pembahasan yang digunakan dalampembahasan empiris yaitu dedukti dan induktif. sedangkan untuk mendapatkan data, penulismenggunakan metode observasi, wawancara, dan metode pembantu lainnya Setelah dataterkumpul untuk menganalisa dan mengolahnya penulis menggunakan analisa sampling yangdilanjutkan ke deskriptif kualitatif.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keadaan perekonomian keluarga yangrendah menyebabkan proses pencapaian pendidikan terhambat,karena pendidikanmembutuhkan biaya yang relatif banyak (tinggi). Namun hal itu selalu diupayakanpemecahannya lebih baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat itu sendiri