Muslihun
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Restrukturisasi Pembiayaan Akibat Peningkatan Non-Performing Financing (NPF) Sebagai Upaya Menjaga Portofolio Neraca Laba Rugi Pada PT. Bank NTB Syariah Akhmad Husnie; Muslihun; Muhammad Yusuf
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2024.vol7(1).16818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan restrukturisasi pembiayaan akibat peningkatan NPF (Non-Performing Financing) sebagai upaya menjaga portofolio neraca laba rugi di PT. Bank NTB Syariah dab apa faktor-faktor pendukung, kendala, dan solusi dalam pelaksanaan restrukturisasi pembiayaan akibat peningkatan NPF (Non-Performing Financing) sebagai upaya menjaga portofolio neraca laba rugi di PT. Bank NTB Syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Teknis pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer penelitian ini adalah Karyawan PT. Bank NTB Syariah. Adapun data sekundernya adalah berbagai literatur yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian ini penting, karena semakin rendah nilai NPF Bank, maka semakin baik dan menjadi faktor yang menambah keyakinan investor untuk menempatkan Dana dan bekerjasama dengan PT. Bank NTB Syariah. Hasil penelitian ini adalah penerapan restrukturisasi keuangan bermasalah pada PT. Bank NTB Syariah NTB melalui penjadwalan kembali (recheduling), persyaratan kembali (reconditioning), pengemasan ulang (repackaging) dan penjadwalan ulang untuk pembayaran kewajiban nasabah atau jangka waktunya (restructuring). Restrukturisasi pembiayaan bermasalah oleh PT. Bak NTB Syariah didukung oleh faktor adanya iktikad baik dari nasabah, didukung dengan manajemen internal yang baik, Nasabah yang kondisi keuangannya baik, dan agunan yang dikuasai secara sah oleh Bank. Kendala yang dihadapi PT. Bank NTB Syariah dalam upaya restrukturisasinya berasal dari Nasabah, pihak Bank sendiri, maupun faktor eksternal lainnya seperti bencana alam.
Perspektif Maqashid Al-Syariah terhadap Ta'zir dan Ta'widh dalam Mitigasi Moral Hazard Nasabah Bank Syariah di Indonesia Safwira Guna Putra; Muslihun
Jurnal Perbankan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Perbankan Syariah (JPS)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jps.v5i1.15615

Abstract

Islamic banking prioritizes wealth protection (li hifz al-mal) as a core principle in financing contracts, yet faces significant moral hazard risks from customers who delay or default on payment obligations. This study examines the implementation of ta'zir and ta'widh in Indonesian Islamic banking as instruments for mitigating moral hazard within the maqashid syariah framework. Employing a qualitative approach with a normative empirical design, data were collected through in-depth interviews with informants selected purposively based on their relevance and expertise, and analyzed using the interactive model by Miles and Huberman. The findings reveal that ta'zir and ta'widh are understood as multidimensional instruments: protecting the wealth of depositors, disciplining and educating borrowers, and enforcing contractual justice. Ta'zir functions as a preventive and educational sanction, while ta'widh serves as compensation for actual losses incurred due to default. Islamic banks clearly distinguish between customers who intentionally delay payment and those who are genuinely unable to pay. In cases of genuine inability, banks refrain from demanding margins and fines, yet ensure principal repayment to safeguard the rights of depositors. This study strengthens the argument that maqashid syariah operates not only at the normative level but is effectively translated into institutional instruments and operational practices in Islamic banking. The practical implications call for Islamic banks to strengthen education and socialization regarding the normative objectives of ta'zir and ta'widh, ensuring transparent, consistent, and socially beneficial application. Keywords: ta'zir, ta'widh, maqashid syariah, moral hazard, Islamic banking.