Reza Fahlevi Marbun
IAKN Tarutung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMAHAMI VISI DAN MISI SEKOLAH Reza Fahlevi Marbun; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.547

Abstract

Visi dan misi sangat diperlukan oleh suatu lembaga, apalagi lembaga pendidikan seperti sekolah. Keduanya harus dirumuskan supaya sekolah dapat meraih visi dan misi pendidikan yang unggul.  Visi dan misi sekolah haruslah jelas agar dapat memotivasi setiap warga sekolah baik itu guru, siswa, beserta staf administrasi bahkan setiap orang yang terlibat dalam pendidikan di dalam sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan pentingnya memahami visi dan misi sekolah. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian ini, maka memahami visi sekolah dapat memberikan motivasi, pelayanan, bahkan cita-cita sekolah akan dilaksanakan dengan baik, sementara itu misi sekolah juga sangat penting untuk mendukung terlaksananya visi sekolah.
Pelayanan Konseling Bagi Lansia Di Panti Jompo Siborong-Borong Okta Viana Boangmanalu; Seapril S G Manurung; Oktaviani Simbolon; Riris Simatupang; Rejeki Sitanggang; Masito Anggini Magdalena P; Reza Fahlevi Marbun
Journal of Cross Knowledge multi science
Publisher : edujavare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jck.v1i2.132

Abstract

Secara umum, lansia didefinisikan sebagai individu yang berusia 60 tahun ke atas. Namun, definisi ini dapat bervariasi di setiap negara atau wilayah. Misalnya, di Indonesia, lansia didefinisikan sebagai individu yang berusia 60 tahun ke atas atau yang telah pensiun dari pekerjaannya. Adapun acuan dalam menentukan lansia yaitu seperti ekonomi, fisik dan Kesehatan. Dari segi ekonomi, lansia dapat didefinisikan sebagai individu yang tidak lagi bekerja atau tidak lagi produktif secara ekonomi. Dari segi fisik, lansia dapat didefinisikan sebagai individu yang mengalami penurunan fungsi tubuh, seperti penurunan kekuatan otot, penurunan daya tahan tubuh, dan penurunan mobilitas. Dari segi Kesehatan, lansia dapat didefinisikan sebagai individu yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Dari segi psikologisnya, seorang lansia akan mengalami beberapa perubahan yang signifikan. Perubahan ini dapat meliputi perubahan kepribadian, perubahan emosi, dan perubahan dalam pola pikir. Perubahan kepribadian yang umum terjadi pada lansia meliputi menjadi lebih introver, lebih sensitif, dan lebih menghargai waktu. Perubahan emosi yang umum terjadi pada lansia meliputi menjadi lebih mudah marah, lebih mudah sedih, dan lebih mudah cemas. Perubahan dalam pola pikir yang umum terjadi pada lansia meliputi menjadi lebih sederhana, lebih terbuka, dan lebih menghargai pengalaman hidup. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia ini merupakan bagian dari proses penuaan yang alami. Namun, perubahan-perubahan ini dapat dikurangi atau diperlambat dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dan aktif.