Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN ANTARA KAPUR TOHOR (CaO) DENGAN GREENHYDRO LM-50 C PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI SETTLING POND AZALEA PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Wildania Sholikah; Farah Dinna
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1402

Abstract

Sistem penambangan yang digunakan di PT. KPC adalah system tambang terbuka. Mineral-mineral sulfida yang terkandung di batuan penutup dan batubara akan terekspos sehingga terjadi peningkatan kecepatan reaksi antara mineral-mineral tersebut dengan udara dan air yang kemudian menghasilkan air asam tambang. Dari hasil pengujian di laboratorium membuktikan bahwa kapur tohor cukup efektif untuk menetralkan air asam tambang dari pH rata-rata 2,93 menjadi 7,20, dengan dosis optimum kapur 0,104 g/L. Hasil uji coba greenhydro untuk menetralkan air asam tambang juga menunjukan hasil yang positif dengan kadar 1,04 gr/l berhasil menaikkan pH rata-rata 2,93 menjadi 7,25. Pada settling pond azalea diperoleh nilai besi dan mangan masing masing 104,19 mg/L dan 20,89 mg/L. Setelah penambahan kapur tohor diperoleh masing-masing nilai pengukuran 6,13 mg/L; 4,38 mg/L dan sedimentasi 120 ml/L. Dan setelah penambahan greenhydro diperoleh masing-masing 4,75 mg/L; 3,14 mg/L dan sedimentasi 19 ml/L. Sehingga dapat dihitung jumlah kebutuhan kapur tohor pada kondisi sebenarnya sebanyak 6.624 kg/hari dan jumlah kebutuhan greenhydro sebanyak 43.200 L/hari. Penerapan yang dilakukan di lapangan menunjukkan hubungan debit aliran dengan penggunaan kapur tohor membentuk garis lurus. Apabila nilai debit aliran yang semakin besar maka kapur tohor yang dibutuhkan semakin banyak.