This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUTAN TROPIS
Emy Sadjati
Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI PENYERAPAN KARBON DAN PEMANTAUAN KESEHATAN POHON Eucalyptus pellita DI UNIVERSITAS LANCANG KUNING, PEKANBARU, RIAU Sri Rahayu Prastyaningsih; Eno Suwarno; Emy Sadjati
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19026

Abstract

Peranan pohon sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan dalam kampus sebagai penghasil O2 dan menyerap CO2. jumlah karbon yang disimpan dalam pohon berbanding lurus dengan volume kayu dan biomassa pohon yang dihasilkan. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tinggi rendahnya volume kayu dan biomassa pohon adalah kondisi kesehatan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah volume kayu (m3), potensi karbon (ton) dan serapan CO2 (ton) yang dihasilkan tegakan Eucalyptus pellita dan kondisi kesehatannya. Penelitian ini dilakukan di 5 (lima) lokasi di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau yaitu di Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknik, sekitar Lapangan Bola dan Danau/Ekoriparian. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey pada seluruh pohon E.pellita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume kayu yang dihasilkan sebesar 274,19 m3 yang tersebar di Fakultas Ilmu Komputer (50,64 m3), Fakultas Kehutanan (70,41 m3), Fakultas Teknik (9,51 m3), sekitar Lapangan Bola (106,37 m3) dan Danau/Ekoriparian (37,25 m3). Biomassa tersimpan sebesar 260.408,33 kg sd 270.959,85 kg dengan kandungan karbon tersimpan sebesar 122.391,92-ton sd 127.351,13-ton dan serapan CO2 sebesar 954,83-ton sd 993,52-ton. Hasil pemantauan kesehatan pohon, dari 451 pohon E. pellita terdapat 14 batang pohon yang mengalami kerusakan. Pohon dengan pertumbuhan kurang sebanyak 7 batang, kerusakan akibat hama penyakit 5 batang dan kerusakan fisik mekanik sebanyak 2 batang sehingga jumlah pohon rusak adalah 14 batang (3,1%).