p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ABDIMAS Nomico
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BBM) DI DESA CILAMPENI KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG Asep Rukmana; Endah Christianingsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (ABDIMAS) VOL. 1 NO. 1 DESEMBER 2022
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/abdimas.v1i1.613

Abstract

Salah satu sumber masalah yang mengganggu suksesnya Program Citarum Harum adalah sampah terutama sampah plastik, selain sulit terurai sampah plastik juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena bisa menurunkan kesuburan tanah. Apabila dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran drainase, ataupun sungai sehingga dapat menimbulkan banjir. Kalaupun dibakar sampah plastik tersebut akan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan manusia.Alternatif terbaru dari penanganan sampah plastik yang kini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebetulnya model ini termasuk dalam daur ulang (recycle), meskipun daur ulang yang dilakukan tidak dengan mengubah sampah plastik menjadi plastik kembali. Dengan model ini paling tidak dua permasalahan penting bisa teratasi, yaitu bahaya penumpukan sampah plastik, dan dapatkannya kembali salah satu bahan baku plastik yaitu bahan bakar minyak. Teknologi yang akan digunakan untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yaitu dengan cara Pylorysis (proses pemanasan).Lokasi yang dijadikan tempat Pengabdian Kepada masyarakat adalah Desa Cilampeni Kecamatan Katapoang Kabupaten Bandung. Dengan lama waktu 3 (tiga) bulan kalender.Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, masayarakat Desa Cilampeni (khususnya Kelompok Mitra sasaran) dapat maksimal dalam mengelola sampah yang ada, selain itu, mereka dapat memanfaatkannya menjadi sumber penghasilan tambahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Selebihnya kelompok mitra sasaran menjadi lebih mumpuni dalam mengenal dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (internet) dalam memasarkan produksi mereka (daur ulang sampah), dan mumpuni dalam mengelola administrasi/manajemen keuangan kelompok
THE WAVE OF MILLENNIAL MUSLIM SHARIA LIFESTYLE AS AN OPPORTUNITY FOR SOREANG ISLAMIC SHARIA HOUSING ENDAH CHRISTIANINGSIH
Nomico Vol. 2 No. 6 (2025): Nomico - July
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gfm7ra58

Abstract

As we've seen since early 2018, Bandung has become a hub for Islamic studies, popular among teenagers and adults aged 19 to 40, often referred to as the millennial generation. This social phenomenon emerged like a massive wave, bringing millennials, especially from Bandung and its surrounding areas, to enjoy the beauty of this social phenomenon. The ghiroh, or enthusiasm for seeking knowledge from monotheism to Islamic jurisprudence, has raised awareness among Bandung's youth to apply Islamic values in all aspects of their lives. This study aims to determine how the opportunities that arise from this social phenomenon for the Sharia Islamic Soreang (SIS) housing where the concept offered by SIS is an integrated Islamic residence with the tagline sakinah from home which researchers believe will be a special attraction for the Muslim millennial generation. The method in this study uses a descriptive qualitative method, namely a method that describes the situation based on existing facts with data obtained through interviews with key informants, direct and indirect observations and documentation. As for the selection of key informants, researchers classified them based on their roles in management and consumers based on age. The integrated Islamic housing concept promoted by Perumahan Sharia Islamic Soreang is considered a suitable choice for millennial Muslims, thus automatically presenting an opportunity for SIS. However, currently, management has not focused on seriously addressing this market potential. The gap between product prices and millennial Muslim purchasing power is acutely felt, necessitating a specific strategy to maximize this opportunity.