Pada masa pandemic COVID 19, dunia Pendidikan telah menetapkan pembelajaran daring untuk proses pembelajarannya. Pembelajaran daring merupakan tuntutan pembelaaran abad 21.Diantara tuntutan keterampilan pembelajaran abad 21 adalah Critical thinking and problem solving. Jenispenelitian ini adalah survey menggunakan media google form, jumlah responden 100 Mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keefektifan pembelajaran daring terutama karakter keterampilan problem solving dancritical thingking. Kesimpulan penelitian adalah: (1) dimensi problem solving diperoleh data pada kategori baik, dan pada indicator penyelesaian masalah diperoleh penilaian kurang baik (2,4) Hal ini memberikan gambaran, bahwa pembelajaran daring belum maksimal efektif terkait keterampilan problem solving. (2) data penilaian pada dimensi critical thingking, nilai tertinggi pada kategori baik untuk indicator menginterpretasikan (2,7), Penilaian kategori kurang baik pada indicatorargumentasi (2,4). Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diperoleh gambaran, bahwa pembelajaran daring belum maksimal dalam mendorong keterampilan critical thinking pada mahasiswa. (3) Perbedaan penilaian terkait problem solving dan critical thingking mahasiswa padaPTS relative lebih tinggi disbanding PTN. Baik PTS maupun PTN berada pada kategori penilaian efektif. Saran dari penelitian adalah: Berdasarkan kesimpulan diatas, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas pembelajaran dengan berbagai pendekatan, untuk menumbuhkan karakter keterampilan terkait problem solving dan critical thingking.Kata kunci: criticak thinking, problem solving, pembelajaran daring