Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Scratch dalam Meningkatkan Keterampilan Computational Thinking Siswa Sekolah Dasar Maulana Malik Ibrohim
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computational thinking adalah keterampilan esensial abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa. Bahkan keterampilan ini telah dimasukan sebagai salah satu aspek penilaian matematika pada kerangka PISA 2021. Dalam konteks sekolah dasar, pembelajaran dengan Scratch dianggap palingbanyak dan efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan computational thinking siswa. Meta-analisis ini dilakukan untuk menguji agregasi pengaruh dari 14 penelitian kuantitatif yang terdiri dari 22 data set untuk menghasilkan effect sizes kumulatif beserta presentasi visual yangrelevan mengenai efektifitas penggunaan Scratch terhadap keterampilan computational thinking siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode PRISMA dan dianalisis menggunakan software statistik JASP. Hasil meta-analisis menunjukkanpenggunaan Scratch dalam pembelajaran memiliki effect size yang positif (d=0.15, CI=[0.06, 0.23]) terhadap keterampilan computational thinking siswa sekolah dasar. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan Scratch dalam pembelajaran pemrograman terbukti efektif dalam meningkatkanketerampilan computational thinking siswa sekolah dasar. Dimensi yang paling besar dipengaruhi adalah dimensi concepts dan practices.  Hasil ini juga dipengaruhi oleh usia siswa, dimana siswa yang berusia 9 – 12 tahun memperoleh keterampilan computational thinking yang lebih baikdibandingkan siswa yang berusia 5 – 9 tahun.Kata Kunci : Scratch, Pemrograman, Berpikir Komputasi, Sekolah Dasar
Transformasi Pemahaman Hadits Pernikahan Dini dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Keluarga Islam Maulana Malik Ibrohim; Nasrulloh
Al-Kindi Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early marriage in Indonesia creates tension between positive law (Law No. 16 of 2019) and the theological legitimacy believed by some communities, which rests upon a textual understanding of the hadith regarding Aisyah's marriage. This study aims to analyze the paradigm shift in hadith interpretation from a textual to a contextual approach and evaluate its relevance to state policies and Islamic family education management. The method utilized is qualitative library research with a contemporary Ma'anil Hadis and Maqashid al-Shariah approach. The findings indicate a significant shift: from determining maturity based on bulugh (biological signs) towards emphasizing Substantive Maturity (rusyd). The hadith concerning ba'ah (ability) is reinterpreted as a multidimensional competence, including mental, emotional, and managerial readiness. Juridically, state policies, such as providing marriage deferral incentives, gain syar'i legitimacy as they represent the Ulil Amri's efforts to prevent madharat (harm) and preserve hifz al-nasl (family resilience). In conclusion, the contextual understanding of hadith aligns with the objectives of Shariah and provides a theoretical foundation for Islamic Education Management to develop a pre-marital education curriculum based on holistic maturity.