Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN ISLAMI TERHADAP KEPUASAN NASABAH DALAM KONSEP EKONOMI ISLAM PADA PT. BANK SYARIAH INDONESIA, TBK KCP STABAT Isabella Isabella; Abdullah Sani; Anjur Perkasa Alam
Jurnal El Rayyan: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal El Rayyan: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : STAI Syekh.H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era persaingan yang semakin kompetitif ini, setiap perusahaan semakin menyadari pentingnya aspek pelayanan terhadap pelanggan untuk menjamin kelangsungan bisnis mereka. Seorang nasabah yang puas terhadap pelayanan pegawai Bank menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Dipertahankannya nasabah dapat mengurangi usaha mencari nasabah baru yang berarti memberikan umpan balik positif kepada perusahaan. Perusahaan dapat lebih melakukan penghematan biaya dalam mempertahankan nasabah yang lama dari pada mencari nasabah baru. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan Islami yang diberikan PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat terhadap kepuasan nasabah. Pada penelitian ini memiliki satu variabel bebas yaitu kualitas pelayanan Islami dan satu variabel terikat yaitu kepuasan nasabah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yang menekankan analisis data bersifat statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari jawaban angket yang diberikan kepada nasabah PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat. Pengolahan dan pada penelitian ini menggunakan program komputer SPSS dan Microsoft Office Excel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji t, uji r, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan Islami terhadap kepuasan nasabah PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat hal ini diperoleh dari hasil uji hipotesis yaitu uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai thitung > ttabel (13,126 > 1,98447) maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Pelayanan Islami yang dilakukan PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat mempengaruhi kepuasan nasabah sebesar 63,4%. Terdapat hubungan yang positif atau sejalan antara pelayanan Islami dengan kepuasan nasabah. artinya semakin bagus pelayanan yang diberikan oleh PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat maka kepuasan nasabah di PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat akan semakin meningkat, begitupun sebaliknya jika pelayanan yang diberikan kurang bagus maka kepuasan nasabah juga akan berkurang.
Harta Waris yang Dijual sebelum Pembagian Shadad Aldiansyah; Kamaliah R; Abdullah Sani
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v3i1.1181

Abstract

Inheritance property is one of the important aspects of Islamic law that must be divided in accordance with the provisions of faraidh. However, there is often a practice of selling inherited property before the faraidh division is carried out, which raises the potential for conflict among the heirs. This study aims to analyze the views of the Indonesian Ulema Council (MUI) on the phenomenon, focusing on aspects of Islamic law and ethics in the management of inherited property. The research method used is a qualitative approach with literature studies and interviews. The main sources of this research include MUI fatwas, fiqh books, and interviews with scholars and Islamic law practitioners. The results show that the sale of inherited property before the faraidh division can be justified under certain conditions, such as the agreement of all heirs who are baligh and rational, and does not harm the entitled parties. However, MUI emphasizes the importance of prioritizing the principles of justice and deliberation in the management of inherited property. This study concludes that the sale of inherited property before difaraidh requires caution and compliance with Islamic law, so as not to violate the rights of other heirs. The recommendations given are strengthening public literacy regarding faraidh law and enforcing sharia-based mediation mechanisms to resolve inheritance disputes.