Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB BERBASIS KELAS MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN Ahmad Muhlis
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.538

Abstract

Diantara langkah terobosan MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan adalah merealisasikan program di bidang pengembangan kurikulum bahasa Arab. Tujuan penelitian ini hendak mendeskripsikan bagaimana konsep dan model pengembangan kurikulum kelas mata pelajaran bahasa Arab di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan serta apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kurikulum tersebut. Hasil penelitian adalah MTs Negeri Sumber Bungur mengembangkan kurikulum bahasa Arab berbasis kelas mata pelajaran yang kemudian disebut dengan istilah kurikulum kelas mata pelajaran bahasa Arab. Model pengembangan kurikulum yang digunakan adalah sentral de-sentral. Pengembangan kurikulum ini termanifestasikan pada penambahan jam pelajaran dan materi ajar, yaitu pada mata pelajaran PAI dan bahasa Arab Di antara faktor pendukung terlaksananya pengembangan kurikulum tersebut adalah: 1) Motivasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, 2) Komitmen Kepala Madrasah, 3) Kompetensi profesional guru kelas mata pelajaran bahasa Arab, 4) Eksistensi pesantren Sumber Bungur sebagai lembaga yang menguatkan proses pembelajaran, dan 5) Input siswa yang memiliki pemahaman awal terhadap materi yang akan di sajikan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: 1) Tidak tersedianya alokasi dana khusus, 2) Tidak meratanya kemampuan guru dalam melakukan penyusunan kurikulum, 3) Tidak meratanya kemampuan guru untuk mengajar di kelas mata pelajaran bahasa Arab, dan 4) Tidak sedikit siswa yang merasa jenuh ketika belajar di kelas mata pelajaran bahasa Arab.
The Influence of CEO Narcissism and Sustainability Reporting on Tax Avoidance: Exploring Institutional Ownership as a Moderating Variable Ahmad Muhlis; Mira; Masrullah
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 11 No. 1 (2024): March
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v11i1.741

Abstract

The decrease in CEOs' tax avoidance can be attributed to the absence of sustainability activities within the company, which consequently leads to decreased economic stability. In the contemporary business landscape, companies are mandated to provide Sustainability Reporting. This study employed purposive sampling, resulting in a sample of 43 companies selected based on specific criteria. The objective of this research was to examine the impact of CEO Narcissism and Sustainability Reporting on tax avoidance, with institutional ownership serving as a moderating variable listed on the IDX (Indonesia Stock Exchange). The data analysis methods included Descriptive Statistics, Classic Assumption Tests, Multiple Linear Regression Analysis with Moderated Regression Analysis, and hypothesis testing. The findings revealed that: 1) CEO Narcissism showed no significant effect on tax avoidance, 2) Sustainability Reporting had a significant impact on tax avoidance, 3) institutional ownership did not moderate the relationship between CEO Narcissism and Tax Avoidance, and 4) institutional ownership moderated the relationship between Sustainability Reporting and Tax Avoidance.
Studi Komparasi: Telaah Pemikiran John Dewey dan Al-Ghazali Terhadap Psikologi Pendidikan dalam Perkembangan Kognitif Anak Achmad Sofyan; Ahmad Muhlis
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i2.3794

Abstract

Artikel ini membahas studi komparasi pemikiran John Dewey dan Al-Ghazali dalam konteks psikologi pendidikan, dengan fokus pada pengembangan kognitif anak. John Dewey, seorang tokoh pragmatisme, menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar, berargumen bahwa pendidikan harus relevan dan terhubung dengan kehidupan siswa untuk mendorong pemikiran kritis. Di sisi lain, Al-Ghazali, seorang filsuf dan teolog Islam, menekankan nilai-nilai moral dan spiritual, percaya bahwa pendidikan tidak hanya harus mengembangkan pengetahuan intelektual tetapi juga karakter dan akhlak siswa. Studi ini mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua pemikiran tersebut, serta mengeksplorasi potensi integrasi keduanya dalam menciptakan pendekatan pendidikan yang holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa menggabungkan pengalaman praktis dari Dewey dengan pengembangan moral Al-Ghazali dapat memberikan strategi pendidikan yang lebih komprehensif, mendukung perkembangan kognitif dan karakter anak secara bersamaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran Dewey dan Al-Ghazali saling melengkapi, menawarkan wawasan berharga untuk praktik pendidikan masa kini.