Maria Indriani Sesfao
Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penyebab Ketidaktersediaan Buku Ajar Pelayanan Anak dan Remaja Bagi Peserta Pelayanan Anak Dan Remaja Herlina Magdalena Baitanu; Maria Indriani Sesfao; Deviana Sibulo
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/jd.v3i1.217

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data dan hasil penelitian yang di kumpulkan kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja disebabkan kurangnya dana sehingga belum pengadaan buku ajar untuk ibadah PAR. Selain itu, kurikulum PAR dalam gereja belum diterapkan dengan baik dan pengajar PAR jarang mengikuti pelatihan PAR. Adapun dampak ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja adalah pengajar PAR kesulitan dalam mencari materi dan menyampaikan materi kepada anak PAR. Selain itu, kehadiran anak PAR semakin berkurang, pemahaman anak PAR menjadi rendah dan tujuan ibadah PAR tidak tercapai dengan baik.
PENGUATAN KESADARAN KRITIS SEJAK DINI MELALUI KURIKULUM SD BERBASIS TEORI REVOLUSI SOSIAL Alisa Marta Boimau; Fridarina Taneo; Windi Natonis; Resin Tefa; Maria Indriani Sesfao
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical awareness is an important foundation in forming a generation that is able to think independently, care about social reality, and dare to voice change. Unfortunately, elementary school (SD) education in Indonesia still tends to emphasize memorization and obedience, and not reflective thinking. This journal highlights the importance of instilling critical awareness from an early age through the elementary school (SD) curriculum, by referring to the theory of social revolution as a conceptual framework. This theory emphasizes the importance of structural change in society that can start from changing the way each individual thinks from an early age. In this context, the elementary school (SD) curriculum needs to be directed to not only teach basic knowledge, but also help shape students' character so that they are able to identify injustice, understand social reality, and develop a critical attitude towards their surroundings. With a dialogic, contextual, and participatory learning approach, elementary schools (SD) can be an initial space for the growth of children's critical awareness. This journal offers realistic ideas and implementation strategies so that the elementary school (SD) curriculum can be part of an effort to create long-term social change through transformative education.