Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUKUAN SEDERHANA MELALUI APLIKASI BUKU WARUNG PADA UMKM DESA TEMBELING Rachmad Chartady; Novica Indriaty; Syaridha Rahmah; Hikmawati Hikmawati; Fenny Fenny; Kristian Tampubolon
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v5i2.10081

Abstract

Micro, small and medium enterprises (UMKM) have quite serious problems, namely the poor management of funds in carrying out their business activities. One solution to the bookkeeping problem is to do good financial bookkeeping using an Android-based MSME financial bookkeeping application. The problem faced by the residents of Tembeling Village when we conducted the survey was that not all residents kept books of account. The purpose of this study is to compare Android-based MSME financial accounting applications based on the criteria of quality accounting applications. The financial accounting application used is the Buku Warung application. Keywords: Accountant, Economy2, Village Tembeling, UMKM, Finance ABSTRAK Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempunyai permasalahan yang cukup serius yaitu masih buruknya pengelolaan dana dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Salah satu solusi atas pembukuan permasalahn tersebut adalah dengan melakukan pembukuan keuangan yang baik menggunakan aplikasi pembukuan keuangan UMKM berbasis android. Permasalahan yang dihadapi warga Desa Tembeling ketika kami melakukan survei yaitu tidak semua masyarakat melakukan pembukuan. Tujuan penelitian ini untuk memperbandingkan aplikasi pembukuan keuangan UMKM berbasis android berdasarkan kriteria aplikasi akuntansi yang berkualitas. Aplikasi pembukuan keuangan yang digunakan adalah menggunakan aplikasi Buku Warung. Kata Kunci: Pembukuan, Ekonomi , Desa Tembeling, UMKM, Finance
PENGABDIAN DALAM PENDAMPINGAN DAN PEMBINAAN PEMBUKUAN SEDERHANA SEBAGAI BAHAN EVALUASI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PADA UMKM DI DESA BINTAN BUYU Novica Indriaty; Sri Kurnia; Vanisa Meifari; Putri Dwi Novrina; Hendry Hendry
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40500

Abstract

Laporan keuangan merupakan aspek terpenting dalam sebuh usaha, sekecil apa pun usaha yang dijalani perlu adanya pelaporan dalam hal pembukuan. Pembukuan yang baik mencerminkan tingkat kesehatan usahanya. Dengan adanya pembukuan pelaku UMKM dapat mengevaluasi perkembangan usahanya baik yang sekarang dan yang akan datang. Laporan keuangan dapat menjadi syarat dalam perolehan modal dari pihak ketiga dan sebagai syarat dalam penerimaan bantuan dari pemerintah. Melalui metode pendampingan dan pelatihan diharapkan masyarakat Desa Bintan Buyu dapat mengaplikasikan ilmu yang diberikan sehingga dapat mengevaluasi perkembangan usahanya. Pelaporan keuangan menjadi salah satu masalah yang sering kali terabaikan oleh para pelaku UMKM, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah pelaporan keuangan dan akuntansi yang benar.
KEPEMIMPINAN KULTURAL MELAYU DI WILAYAH SINGAPURA, JOHOR, KEPRI (SIJORI) DIANTARA ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN TRANSFORMASI DIGITAL ERA Rachmad Chartady; Muhammad Isa Alamsyahbana; Armansyah Armansyah; Novica Indriaty
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5828

Abstract

Abstract: This paper aims to explore the role of cultural leadership in the SIJORI region (Singapore, Johor, and the Riau Archipelago) in leveraging artificial intelligence (AI) and digital transformation to preserve and enrich local cultural identity. As globalization and technological advancements accelerate, cultural leaders in SIJORI face the challenge of upholding cultural values while embracing digital innovation. This paper highlights the core elements of cultural leadership—cultural awareness, empathy, adaptability, inclusive communication, cultural innovation, and community empowerment—and examines how these elements can be strengthened through the use of AI and digital platforms. Under culturally aware leadership, technology can be harnessed to foster cross-cultural collaboration, preserve local heritage, and drive innovation within cultural practices. This study underscores the importance of adaptive cultural leadership in digital strategies, aiming to build communities that are deeply rooted in cultural identity yet prepared to navigate the challenges of the continually evolving digital age. Keywords: Cultural Leadreship, SIJORI Region, Artificail Intelligence, Digital Transformation, Cross-Cultural Collaboration Abstrak: Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan budaya di wilayah SIJORI (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau) dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital untuk melestarikan dan memperkaya identitas budaya lokal. Seiring percepatan globalisasi dan kemajuan teknologi, para pemimpin budaya di SIJORI menghadapi tantangan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sambil merangkul inovasi digital. Makalah ini menyoroti elemen inti kepemimpinan budaya—kesadaran budaya, empati, adaptabilitas, komunikasi inklusif, inovasi budaya, dan pemberdayaan masyarakat—dan meneliti bagaimana elemen-elemen ini dapat diperkuat melalui penggunaan AI dan platform digital. Di bawah kepemimpinan yang sadar budaya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendorong kolaborasi lintas budaya, melestarikan warisan lokal, dan mendorong inovasi dalam praktik budaya. Studi ini menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan budaya adaptif dalam strategi digital, yang bertujuan untuk membangun komunitas yang berakar kuat dalam identitas budaya namun siap menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang. Kata Kunci: Kepemimpinan Budaya, Wilayah SIJORI, Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, Kolaborasi Lintas Budaya