Khaerunnisa Khaerunnisa
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SIGNIFIKANSI KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM OPTIMALISASI INSTRUMEN AKREDITASI BAN-PDM VERSI 2025 TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Akramun Nisa; Khaerunnisa Khaerunnisa; Andy Andy
at-Tahsin Vol 5 No 2 (2025): Manajemen Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/attahsin.v5i2.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala madrasah dalam optimalisasi instrumen akreditasi 2025 serta kontribusinya terhadap peningkatan mutu madrasah. Penelitian ini berangkat dari penerapan instrumen akreditasi terbaru oleh BAN-PDM yang menekankan tiga elemen inti yaitu kepemimpinan, pendidik, dan hasil belajar sehingga madrasah dituntut untuk melakukan transformasi tata kelola dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah berpengaruh signifikan terhadap Optimalisasi Instrumen Akreditasi (β = 0,614; p < 0.001) dan Mutu Madrasah (β = 0,588; p < 0.001), sementara optimalisasi akreditasi juga berpengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan (β = 0,471; p < 0.01). SPMI terbukti memediasi sebagian hubungan antara kepemimpinan dan optimalisasi akreditasi (β indirect = 0,211; p < 0.05). Temuan kualitatif menegaskan bahwa kepemimpinan visioner, supervisi aktif, keteladanan, dan komunikasi terbuka menjadi penentu utama keberhasilan implementasi akreditasi 2025. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus eksplisit terhadap implementasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2025 versi terbaru yang belum banyak dikaji dalam konteks madrasah serta integrasi analisis hubungan kepemimpinan, SPMI, dan akreditasi digital melalui Sispena. Penelitian ini juga menyajikan model empiris yang menunjukkan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah mendorong transformasi budaya mutu berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi akreditasi. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi baru dalam literatur manajemen pendidikan Islam dan akreditasi modern berbasis kinerja.