Nurmarito Rambe
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru dalam Mengelola Keberagaman Budaya Siswa di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Sulvi Andini Br Butar Butar; Amelia Ardan Tambunan; Lulu Hairani; Ihsana Tantri; Nurmarito Rambe
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3478

Abstract

Indonesia is a pluralistic country characterized by a high level of cultural diversity. While this diversity serves as a valuable national asset, it may also give rise to stereotypes, misunderstandings, and even horizontal conflicts within educational settings if not managed wisely. This study aims to examine teachers’ perceptions of student plurality, identify pedagogical strategies used to integrate multicultural values, and analyze the role of teachers as mediators in overcoming communication barriers caused by differences in students’ cultural backgrounds. The scope of this study focuses on heterogeneous classroom management practices at SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. This research employed a descriptive qualitative approach through field research. Primary data were collected through non-participant observation and in-depth interviews with key informants, including the principal, subject teachers, guidance and counseling teachers, and students. Secondary data were obtained through school documentation studies. The data analysis techniques consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings reveal that teachers possess a high level of critical awareness regarding multicultural realities in the classroom. The strategies implemented include creating an inclusive learning environment through strict anti-discrimination rules, integrating tolerance values into learning materials, applying collaborative learning based on heterogeneous groups, and demonstrating fair behavior as role models. These strategies were found to be effective in reducing friendship exclusivity, preventing conflict, increasing social empathy, and preparing students to live in a pluralistic society.
Peran Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Multikultural di Kelas untuk Meningkatkan Toleransi Siswa Fauzia Ramadhadi; Hapni Hasibuan; Rizka Aldini; Ahmad Riyadi Siregar; Nurmarito Rambe
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.3600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural untuk meningkatkan toleransi siswa di SMP 7 Muhammadiyah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menanamkan nilai multikultural melalui pembelajaran kelompok, diskusi kelas, pembiasaan menghargai pendapat, serta penyelesaian konflik secara dialogis. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menerima perbedaan, bekerja sama, serta menghargai pendapat orang lain. Selain itu, kondisi keberagaman suku dan budaya di sekolah berjalan harmonis tanpa konflik yang berarti. Konflik yang muncul lebih bersifat situasional, seperti persaingan antar tingkat kelas, yang diselesaikan dengan menanamkan nilai kesetaraan dan sportivitas. Tantangan dalam penerapan pendidikan multikultural adalah adanya siswa yang memiliki ego tinggi dan sulit menerima pendapat orang lain. Namun, melalui pembinaan dan arahan guru secara berkelanjutan, sikap tersebut dapat diminimalkan. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, demokratis, dan toleran sehingga nilai-nilai pendidikan multikultural dapat berkembang dengan baik di lingkungan sekolah.