Irna Nursanti
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teori Virginia Henderson Pada Asuhan Keperawatan Pasien dengan Intracerebral Hemoragik Ana Rif’atus Sakinah Surosa; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/tjysc519

Abstract

Virginia Henderson seorang nursing theorist terkenal di abad 19. Virginia memprakarsai grand theory yaitu teori Needs (Kebutuhan). Virginia membagi kebutuhan menjadi 14 kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan tersebut diklasifikasikan dalam 4 (empat) kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologi, psikologis, sosial dan spiritual. Teori Needs dapat diaplikasikan pada asuhan keperawatan pasien yang dirawat di rumah sakit. Pada makalah ini dibahas paradigma keperawatan, kekuatan dan kekurangan teori Needs dan penerapan teori Needs pada pasien dengan intracerebral hemoragik yang dirawat di rumah sakit. Virginia membagi peran perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien menjadi 3 (tiga), yaitu sebagai substitusi, sebagai helper, dan sebagai partner.
Konsep Teori Model Keperawatan Florence Nightingale Pada Pasien Dengan Ulkus Diabetikum Rawat Inap Arafah 2 Rs Islam Jakarta Cempaka Putih Edy Prayitno; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6pqtfm21

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat (Permenkes, 2019). Florence Nightingale dikenal sebagai pendiri keperawatan modern. Teori Florence Nightingale tentang lingkungan menjelaskan konsep dan dasar-dasar lingkungan yang sehat dan bersih. Teori lingkungan Florence Nightingale berfokus pada lingkungan yang bersih untuk pasien. Konsep dalam teorinya adalah udara murni, cahaya, kebersihan, drainase yang efisien, dan air murni (Alligood, 2017). Teori keperawatan Nightingale sangat bermanfaat bagi dunia keperawatan, yang meletakan dasar teori keperawatan melalui filosofi keperawatan yakni dengan mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar manusia pada klien serta pentingnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan orang sakit yang dikenal dengan teori lingkungannya. Tujuan: Menganalisis penerapan teori lingkungan Florence Nightingale dalam asuhan keperawatan. Metode: Pendekatan Studi kasus digunakan untuk mengevaluasi kondisi fisik, psikologis dan sosial pasien dengan ulkus diabetikum, DM tipe 2 di ruang rawat inap. Data di analisis berdasarkan konsep teori lingkungan Florence Nightingale dan proses keperawatan yang meliputi diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan kondisi pasien. Perubahan  sistem ventilasi, kebersihan, pengendalian kebisingan,pendidikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan efektivitas keperawatan. Kesimpulan: Penerapan teori lingkungan Florence Nightingale tetap relevan diterapkan pada pasien ulkus diabetikum di ruang rawat inap dengan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini.Perawat berfungsi  dalam pengendalian lingkungan untuk menciptakan kondisi yang optimal untuk penyembuhan pasien.
Becoming A Mother: Pendekatan Keperawatan Berbasis Mercer Pada Ibu Pascaoperasi Tumor CPA Agnes Elisabeth; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/p6390p21

Abstract

Latar belakang: Teori Maternal Role Attainment–Becoming a Mother Ramona T. Mercer menjelaskan proses perkembangan identitas maternal melalui interaksi ibu, bayi, ayah, dan lingkungan. Ibu dengan kondisi kesehatan khusus, seperti tumor cerebellopontine angle (CPA), menghadapi hambatan fisik dan psikososial yang dapat mengganggu pencapaian peran keibuan. Tujuan: Mengkaji konsep teori Mercer dan menerapkan pendekatannya dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor CPA untuk mendukung pencapaian identitas keibuan. Metode: Studi analisis kasus dilakukan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) pada seorang ibu pascaoperasi kraniotomi pengangkatan tumor CPA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah rekam medis. Analisis menggunakan kerangka teori Mercer yang mencakup mikrosistem, mesosistem, dan makrosistem serta tahapan becoming a mother. Diagnosa dan intervensi keperawatan disusun berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil: Pasien mengalami kecemasan, kelelahan, keterbatasan interaksi ibu–bayi, dan risiko pengasuhan tidak efektif akibat kondisi pascaoperasi serta keterpisahan fisik dari bayi. Intervensi berbasis teori Mercer, seperti peningkatan dukungan emosional, edukasi menyusui, manajemen kecemasan, serta fasilitasi keterlibatan suami dan keluarga, meningkatkan kepercayaan diri maternal, keterikatan ibu–bayi, serta kesiapan menjalankan peran keibuan. Kesimpulan: Teori Mercer efektif digunakan sebagai kerangka asuhan keperawatan pada ibu dengan kondisi neurologis kompleks. Pendekatan ini membantu perawat memfasilitasi identitas maternal melalui intervensi yang berfokus pada dukungan emosional, fungsi keluarga, dan adaptasi peran. Penerapan teori ini memiliki implikasi penting dalam praktik keperawatan maternitas, terutama pada populasi berisiko tinggi.