Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB: PEMIKIRAN TEOLOGI DAN TANGGAPAN ULAMA MENGENAI PEMIKIRANNYA Abdul Basit
Tazkiya Vol 19 No 02 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan seorang tokoh pembaharu dalam bidang teologi Islam. Ia dilahirkan di tengah keluarga Ulama yang bila ditinjau dari sisi kedudukan, berasal dari keluarga terpandang, dan bila ditinjau dari sisi ekonomi juga bukan dari keluarga miskin. Pemikiran muhammad bin abdul wahhab di antaranya:berpegang kepada al quran dan sunnah sebagai sumber pertama syariat, memurnikan pemahaman tauhid dan menuntut orang muslimin untuk kembali seperti orang-orang muslim pada masa awal islam, berpegang teguh kepada manhaj salaf shaleh dan para imam mujtahid, meninggalkan fanatisme serta berdakwah untuk mengikuti kebenaran sesuai dalil, Membasmi bid`ah dan khurafat yang tersebar pada waktu itu karena kebodohan dan keterbelakangan. Adapun sikap para ulama dalam menanggapi pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab terbagi kepada dua kelompok yaitu mendukung dan menolak. Diantara para ulama yang mendukung pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Syekh Muhammad Al Gazali, Syekh Muhammad Rasyid Ridho dan Sejarawan al- Jabarti. Diantara para ulama yang menolak pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki al-Syafi'i dan Syeikh Muhammad al-Kurdi.
Perlindungan Anak dari Grooming Seksual Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif: Kajian Yuridis-Normatif Komparatif Abdul Basit; Ridwan Bahrudin; Muhamad Noval Arahman
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.8478

Abstract

Child sexual grooming has become an alarming form of violence in the digital era, as offenders exploit online media to approach, manipulate, and exploit children. This article aims to analyze child sexual grooming from the perspectives of positive law and Islamic law. The study employs a normative juridical method with a qualitative approach, conducted through library research with descriptive-analytical and comparative analysis. The findings reveal that Indonesian positive law, particularly the Child Protection Law and the Sexual Violence Crime Law, criminalizes grooming, yet legal gaps remain, especially in addressing digital-based crimes. In Islamic law, grooming is classified as jarīmah and jināyah because it violates the principles of maqāṣid al-sharī‘ah, which emphasize the protection of religion, life, intellect, honor, and property. The comparative analysis demonstrates that integrating Islamic legal values with positive law could strengthen child protection mechanisms and provide a more comprehensive normative foundation. Therefore, enhancing regulations through the synergy of both legal systems is crucial in preventing and addressing cases of child sexual grooming.