Hendra Hendra
Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PANTUN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NAMIRA ISLAMIC SCHOOL MEDAN Thessa Herdyana; Nuri Ramadhan; Hendra Hendra
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4581

Abstract

Hasil observasi dan studi yang dilakukan pada tanggal 06 November 2023 mencakup motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan bantuan media papan pantun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan melalui angket nominal yang hanya mencerminkan pengukuran simultan serta fakta-fakta yang dihasilkan oleh peneliti. Dari penelitian ini, data yang diperoleh menunjukkan ada 23 (dua puluh tiga) siswa yang berpartisipasi, di mana 3 (tiga) dari 23 siswa di kelas IV SD Namira Islamic School Medan menunjukkan motivasi dan minat belajar yang rendah, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara langsung di lokasi penelitian. Setelah itu, analisis data dilakukan dengan penggunaan skala nominal. Penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Namira Islamic School Medan tergolong rendah, yang terlihat dari kurangnya minat siswa untuk belajar bahasa Indonesia, baik di kelas maupun di rumah. Hasil penilaian dari angket yang dibagikan juga menunjukkan bahwa beberapa siswa kelas IV memperoleh nilai di bawah yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu 1). Faktor individu 2). Faktor lingkungan 3). Faktor keluarga. Penyebab rendahnya motivasi belajar siswa secara internal disebabkan oleh kurangnya semangat dalam belajar, dan dari sisi eksternal disebabkan oleh 1). Kinerja guru 2). Fasilitas 3). Lingkungan sekitar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI PRINSIP INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FIQH SISWA KELAS III MIS TARBIYAH WALADIYAH Leni Malinda; Hendra Hendra; Fitriani Fitriani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4583

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Swasta Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan test. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui hasil belajar tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti melakukan tindakan dengan dua siklus. Adapun data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes terhadap siswa untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa. Setiap akhir siklus peneliti melakukan post test sebagai alat ukur untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Dari setiap siklus yang diberikan dapat diketahui hasil masing-masing siklus yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada pre test masih rendah yaitu 75. Kemudian terjadi peningkatan hasil belajar fikih siswa materi shalat yang terlihat dari hasil tes siklus I mengalami peningkatan 23 % dari pre tes yang dilakukan di awal sebelum memulai materi pelajaran dengan penerapan tehnik inquiry dengan nilai rata-rata 82. Selanjutnya pada siklus II juga mengalami peningkatan 17 % dari siklus pertama dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 88 dengan ketuntasan 97%. Nilai rata-rata tersebut telah mencapai kriteria ketuntasan minimal 80 dan telah memenuhi ketuntasan klasikal sebesar 85%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan tehnik inquiry efektif dan baik diterapkan pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Swasta Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DI SD PAB 13 MEDAN HELVETIA Syarifah Ainun Harahap; Hendra Hendra; Ayunda Zahroh Harahap
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4584

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PBahasa Indonesia yang valid atau layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Thiagarajan, yang terdiri dari tahapan 4D yaitu define,  design,  develop  dan  disseminate. LKPD berbasis PBL yang telah dikembangkan, divalidasi oleh tim validasi ahli dan praktisi. Uji coba LKPD dilakukan di V SD PAB 13 Medan Helvetia dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 orang. Uji coba ini dilakukan  untuk  menguji  keefektifan  dengan  memberikan  angket  respon  peserta  didik dan test kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) produk LKPD berbasis Problem Based Learning sudah memenuhi kelayakan dari semua aspek, meliputi aspek materi, bahasa, maupun desain pembelajaran dengan total skor rata-rata yang diperoleh sebesar 3,45 dan total nilai persentasenya sebesar 86,38 dengan kategori “sangat baik” sehingga dapat dinyatakan  LKPD sangat  valid dan layak digunakan. (2) produk LKPD berbasis Problem Based Learning yang telah dikembangkan sudah memenuhi kriteria efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan pada peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis siswa memperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal 85%. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal, siswa telah tuntas belajar. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan serta siswa juga memberikan  respon  yang  positif terhadap LKPD berbasis PBL yang digunakan.