p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Fery Agusman
Universitas Karya Husada Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Erna (Emphaty, Responsivness, Nursing Care dan Akuntabilitas) Terhadap Kepuasan Pasien di Rsu Sarila Husada Kabupaten Sragen Erna Irawati; Fery Agusman; Witri Hastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52949

Abstract

Rumah sakit menjadi salah satu fasilitas yang mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Seiring perkembangan jaman, masyarakat semakin kritis dan lebih selektif terhadap pelayanan publik termasuk pelayanan di Rumah Sakit. Sebagai penyedia layanan kesehatan rumah sakit dituntut memberikan pelayanan yang efektif, efisien dan berkualitas serta berorientasi pada kepuasan pasien sebagai pengguna jasa layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model ERNA (Emphaty, Responsivness, Nursing Care dan Akuntabilitas) di Rumah Sakit Umum Sarila Husada Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian di lakukan di Rumah Sakit Umum Sarila Husada Sragen dengan jumlah populasi 216 pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner kepuasan pasien (SERQUAL). Untuk mengetahui perbedaan kepuasan responden kelompok kontrol dan intervensi menggunakan analisa data mann whitney sedang untuk menganalisis pengaruh masing-masing komponen ERNA (Emphaty, Responsivness, Nursing Care dan Akuntabilitas) menggunakan regresi linier berganda.. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur responden 42,19 tahun dengan standar deviasi 11,194 dengan umur terendah 17 tahun dan tertinggi 58 tahun. Responden tidak tamat Sekolah Dasar sebanyak 6 responden (8,7%), SD/sederajat 5 responden (7,2%), SLTP/Sederajat 25 responden (36,2%) dan perguruan tinggi 17 responden (24,6%). Responden dengan pekerjaan petani sebanyak 14 responden (20,3%), karyawan swasta 16 responden (23,2%), PNS 7 responden (10,1%), TNI/POLRI 3 responden (4,3), Wirausaha 26 responden (37,7% dan sebagai pelajar/mahasiswa sebanyak 3 responden (4,3%). Berdasarkan pembiayaan kesehatan sebanyak 23 responden (33,3%) kategori pasien umum dan 46 responden (66,7%) menggunakan BPJS/asuransi lainya. Tingkat kepuasan responden kelompok kontrol dalam kategori puas sebanyak 63 responden (91,3% dan kategori tidak puas sebanyak 6 responden (8,7%). Sedangkan tingkat kepuasan responden kelompok intervensi dalam kategori puas sebanyak 67 responden (97,1% dan tidak puas sebanyak 2 responden (2,9%). Hasil uji analisis mann whitney menunjukkan hasil nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,049 < nilai signifikansi yaitu 0,05 yang bermakna terdapat perbedaan kepuasan pasien kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan penerapan ERNA (Emphaty, Responsivness, Nursing Care dan Akuntabilitas) di RSU Sarila Husada Kabupaten Sragen. Penerapan model ERNA mampu menjelaskan 93% variasi kepuasan pasien sedangkan 7% dipengaruhi oleh variabel lainya diluar penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang sangat kuat. Namun nilai signifikansi p = 0,47 (>0,05) menunjukkan bahwa secara statistik model tersebut tidak signifikan
Penerapan Handover dengan Metode Sbar Bedside Teaching Terhadap Kualitas Pelayanan dan Patient Safety Pada Pasien Rawat Inap di Brawijaya Hospital Depok Udur Hotmaira Sirait; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53341

Abstract

Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. salah satu metode komunikasi untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dalam keperawatan adalah dengan metode SBAR melalui operan jaga atau handover. Handover yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan handover dengan metode SBAR bedside teaching terhadap kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasy experiment one group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 55 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Brawijaya Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan handover dengan metode SBAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas pelayanan (p-value = 0,000) dan patient safety (p-value = 0,000) sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Penerapan handover dengan metode SBAR efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok.
Pengaruh Coaching Terhadap Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Studi Quasi Eksperimen di Rumah Sakit X Elis Susilawati; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54316

Abstract

Rumah sakit sebagai pilar utama pelayanan kesehatan membutuhkan asuhan keperawatan yang berkualitas, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Indonesia masih rendah dan berdampak pada mutu layanan serta kepuasan pasien. Rendahnya kinerja ini dipengaruhi oleh kurangnya pelatihan, komunikasi yang tidak efektif, motivasi rendah, beban kerja tinggi, serta ketidakpuasan terhadap kompensasi. Coaching dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kemampuan, motivasi, dan interaksi perawat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit “X”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest one group without control design. Penelitian di lakukan di Rumah Sakit “X” dengan populasi seluruh perawat di rawat jalan sejumlah 113. Teknik sampling penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Instrumen penelitian ini berupa materi bimbingan/pelatihan dan kuesioner. Untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit X menggunakan uji paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden berusia <40 tahun sebanyak 80 orang (82,5%), pendidikan rata-rata responden yaitu Ners sebanyak 63 orang (65%), dan rata-rata responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 94 orang (69,9%). Kinerja perawat sebelum coaching dalam kategori baik sebanyak 36 (37,1%), kurang baik 61 sebanyak (63,9%) sedang kinerja perawat sesudah coaching dalam kategori baik 89 (92,7%) dan kurang baik sebanyak 7 (7,3%). Kepuasan pelayanan sebelum Coaching dalam kategori baik 41 (42,3%) dan kurang baik sebanyak 56 (57,7%), sedangkan kepuasan pelayanan sesudah Coaching dalam kategori baik 83 (85,6%) dan kurang baik 13 (14,5%). Hasil uji analisis Paired T Test menunjukkan p Value sebesar 0,000 < nilai signifikansi yaitu 0,05 yang artinya pemberian Coaching terhadap perawat berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dan kepuasan layanan terhadap pasien di Rawat Jalan Rumah Sakit X.