Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Biosintesis Nanopartikel ZnO menggunakan Ekstrak Daun Betadin (Jatropha multifida L.) untuk Identifikasi Sidik Jari Laten SRI ADELILA SARI; MUHAMMAD RUDI AR; HANISAH HASIBUAN; NUR HARLIANDA; ELVI SAYANI
Gunung Djati Conference Series Vol. 34 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena pentingnya penegakan hukum, identifikasi sidik jari laten adalah topik terbuka yang menarik lebih banyak perhatian. Kehadiran seseorang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat ditentukan melalui sidik jari laten. Sidik jari laten dapat memberi polisi informasi yang dapat membantu mereka menangkap penjahat. Banyak formulasi bubuk sidik jari yang berbeda telah digunakan secara luas selama ini, dengan masing-masing formula terdiri dari zat resin dan pewarna kontras. Metode yang paling banyak digunakan untuk pengembangan sidik jari laten di masa lalu adalah pencelupan perak nitrat, yodium asap, pencelupan ninhidrin, dan bubuk debu. Metode kuno ini bekerja dengan baik pada berbagai permukaan. Para ilmuwan telah bekerja untuk mengembangkan teknik yang lebih akurat untuk visualisasi cetakan laten karena metode konvensional untuk deteksi cetakan laten tidak selalu berhasil. Beberapa zat yang digunakan untuk membuat bubuk sidik jari beracun dan mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia. Studi ini menawarkan cara penggunaan ZnO yang dikombinasikan dengan proses produksinya dan dimodifikasi dengan ekstrak daun betadin untuk menghasilkan zat bubuk sidik jari yang aman dan tidak beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikatan Zn-O, gugus OH, gugus C-N, gugus C=O, serta adanya regangan N-O terdapat pada ekstrak daun betadin pada uji FTIR. Dengan demikian, maka temuan yang disajikan disini dapat menjadi titik awal untuk penyelidikan investigasi yang lebih canggih.
Kesenjangan Kesiapan Petani terhadap Teknologi Biogas Tongkol Jagung: Tinjauan Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, dan Harapan Sri Adelila Sari; Nur Basuki; Amrizal Amrizal; Ali Fikri Hasibuan; Hanisah Hasibuan; Feri Yuni Asiyah Kabeakan; Rani Febriana; Elena Hasian Sitompul; Ribka Eliada Sitorus; Deby Febriyanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.6127

Abstract

Corn cob waste poses a potential environmental problem and is an underutilized resource. Converting corn cobs into biogas offers a dual solution: managing waste while providing a renewable energy source for farmers. This study was aimed to assess the knowledge, attitudes, skills, and expectations of corn farmers regarding the processing of corn cob waste into biogas. The research was conducted in Desa Maholida, Sttu Jehe, Pakpak Bharat, using a descriptive survey method. A total of 40 corn farmers taken from several farmer groups in the village were selected as respondents. The instrument used was a closed questionnaire with a Likert scale comprising 5 items each to measure these four aspects (knowledge, attitudes, skills, expectations). Study findings indicated that farmers' knowledge, attitudes, and skills respectively showed low percentages, namely 27%, 35%, and 22%. These low levels constituted a significant barrier to the effective adoption and sustainability of the biogas program. On the other hand, all respondents (100%) expressed high optimism that the biogas program could improve their quality of life. This study reveals challenges in adopting corncob biogas technology, the gap between farmers' aspirations and implementation capacity. It recommends targeted socialization and training to enhance biogas adoption, environmental sustainability, farmers' welfare.