Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi Budaya Lokal Sunda terhadap Pengembangan Akhlak Mulia Peserta Didik SMP Islam Multi Intelegensi Tasdiqul Qur’an Bandung Barat. Local wisdom atau kearifan lokal merupakan perilaku positif manusia dalam berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungan sekitarnya. Budaya yang dihasilkan dari kearifan lokal dapat bersumber dari agama, adat istiadat, atau kebiasaan yang terbangun secara alamiah dalam masyarakat tertentu. Pada penelitian ini, yang dimaksud budaya lokal adalah pembelajaran bahasa Sunda dan pengaruhnya terhadap pengembangan akhlak peserta didik di SMP Islam Multi Intelegensi Tasdiqul Qur’an Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; 1). Desain pembelajaran bahasa Sunda dihubungkan dengan pengembangan akhlak peserta didik dalam konteks bahasa lisan, tulisan, dan karya seni. 2). Pelaksanaan pembelajaran bahasa Sunda pada praktek pembiasaan sehari-hari. 3). Evaluasi terhadap faktor-faktor kelebihan dan kekurangan pembelajaran budaya lokal Sunda di sekolah ini. Faktor-faktor kelebihan diantaranya daya dukung terhadap pengembangan bahasa sebagai kecerdasan linguistik, lingkungan di sekitar sekolah, buku sumber ajar, dan anggaran. Faktor-faktor kekurangan diantaranya program kesundaan dan sarana pendukung lainnya masih dalam proses. Berdasarkan wawancara dan hasil observasi peneliti, eksistensi budaya lokal Sunda halus memberikan dampak positif terhadap akhlak mulia siswa terutama sopan santun, peduli sosial, dan kreatifitas.