Permasalahan yang terjadi di SMK Sint Joseph saat ini adalah rendahnya pengelolaan manajemen prakerin baik di perencanan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk meningkatkan pengelolaan manajemen prakerin perlu dilakukan analisis. Berdasarkan hasil analisis pengujian hipotesis bahwa terbukti perencanaan prakerin (X1) mempengaruhi evaluasi prakerin (Y) dan terdapat hubungan antara Perencanaan Prakerin dengan Evaluasi Prakerin. Apabila variabel-variabel dalam Perencanaan dan Evaluasi Prakerin memiliki koefisien korelasi sebesar 0,850 atau termasuk dalam perbandingan yang sangat kuat, hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut berhubungan erat. Terbukti pelaksanaan prakerin (X2) mempengaruhi evaluasi prakerin (Y) dan terdapat hubungan antara Pelaksanaan Prakerin dengan Evaluasi Prakerin (Y). Dengan koefisien korelasi sebesar 0,888 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup baik (0,850) antara variabel Pelaksanaan Prakerin dengan Evaluasi Prakerin. Terbukti perencanaan prakerin (X1) dan pelaksanaan prakerin (X2) mempengaruhi evaluasi prakerin (Y) dan terdapat hubungan antara perencanaan prakerin (X1) dan pelaksanaan prakerin (X2) dengan Evaluasi Prakerin (Y). Karena variabel Perencanaan Prakerin meningkat secara signifikan sebesar 1 poin dan variabel bebas lainnya bernilai tetap, maka koefisien regresi pada variabel Perencanaan Magang (X1) sebesar 0,398 dan bertanda positif. Dengan demikian variabel Perencanaan Prakerin akan menyebabkan nilai variabel Evaluasi Prakerin bertambah sebesar 0,398. Karena variabel Pelaksanaan Magang meningkat secara signifikan sebesar 1 poin dan variabel bebas lainnya bernilai tetap, maka koefisien regresi pada variabel Pelaksanaan Magang (X2) sebesar 0,532 dan bertanda positif.