ABSTRAKLatar belakang penelitian ini, mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam angkatan 2015 mereka telah dibekali dengan layanan bimbingan kelompok, baik teori maupun praktik namun masih terhambat dalam pelaksanaannya, karena itu penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji tentang hambatan pelaksanaan bimbingan kelompok oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan kognitif (pengetahuan), untuk menggambarkan hambatan afektif (sikap), untuk mempelajari hambatan keterampilan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Islmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel pertimbangan pertimbangan tertentu, karena subjeknya adalah mahasiswa angkatan 2015 yang melengkapi 133 orang, penulis tetapkan sebanyak 12 informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam pada Fakultas Dakwah dan Imu Komunikasi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. (1) Hambatan kognitif (pengetahuan) diketahui bahwa kurangnya wawasan tentang layanan bimbingan kelompok adalah menjadi pemicu utama hambatan dalam pelaksanaan layanan ini. (2) Hambatan afektif (sikap) ditemukan bahwa karena kurangnya wawasan tentang orang awam ini maka mahasiswa tersebut kurang percaya diri dalam pelaksanaannya. (3) Hambatan keterampilan dapat dipaparkan bahwa mahasiswa tersebut kurang terlatih dalam melaksanakan layanan ini karena mereka jarang melakukan layanan ini, layanan ini mereka lakukan hanya pada saat tertentu seperti pada saat ada tugas tugas kuliah.