Merokok pada usia remaja masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan lingkungan. Health Belief Model (HBM) sering digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami perilaku kesehatan, termasuk perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran komponen HBM dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan studi literatur. Kajian dilakukan terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2024 dan diperoleh dari basis data Google Scholar serta PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa keterkaitan antara konstruk HBM dan perilaku merokok remaja menunjukkan temuan yang bervariasi. Komponen perceived susceptibility hanya didukung oleh sekitar setengah dari studi yang ditinjau, sedangkan perceived severity dan perceived benefits menunjukkan hubungan yang lebih lemah. Perceived barriers ditemukan berpengaruh pada sebagian penelitian, namun tidak konsisten. Sebaliknya, cues to action menjadi komponen yang paling sering berhubungan dengan perilaku merokok remaja, terutama yang bersumber dari faktor eksternal seperti pengaruh orang tua, teman sebaya, dan media. Sementara itu, self-efficacy merupakan komponen yang paling jarang diteliti dan memiliki bukti pengaruh yang sangat terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa HBM belum sepenuhnya efektif dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja karena karakteristik dampak merokok yang bersifat jangka panjang. Oleh sebab itu, upaya pencegahan sebaiknya lebih menitikberatkan pada faktor pemicu eksternal dan lingkungan sosial remaja.