Ekasari, Indriani
Perhimpunan Biologi Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Affect of Canopy Stratum and Methods of Breaking Seed Dormancy on Seedling Growth of Calliandra tetragona Beth. and Acacia tamarindifolia (L.) Willd. Ekasari, Indriani
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.522 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v7i2.3085

Abstract

Pengaruh Strata Tajuk Pohon dan Metode Pemecah Dormansi Biji Terhadap Pertumbuhan Semai Kaliandra (Calliandra tetragona Benth.) dan Akasia (Acacia tamarindifolia (L.) Willd.) Fase semai merupakan langkah awal untuk pertumbuhan suatu pohon. Diduga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan semai yang berasal dari biji. Beberapa faktortersebut antara lain pengaruh penerimaan cahaya matahari terhadap letak buah pada strata tajuk pohon serta metode pemecahan dormansi biji pada tipe biji ortodok menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Sedangkan jenis-jenis pohon yang diuji pada studi ini adalah Kaliandra (Calliandra tetragona Benth.) dan Akasia (Acacia tamarindifolia (L.) Willd.). Keduajenis pohon ini merupakan jenis tanaman multi fungsi karena dapat digunakan sebagai tanaman perintis (pioneer species). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan semai yang paling baik dengan menentukan letak buah pada posisi strata tajuk serta menentukanmetode pemecah dormansi biji yang paling tepat untuk biji ortodok. Lokasi penelitian berada di wilayah UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI. Pengujian pengambilan buah pada kedua jenis pohon dibagi menjadi 2 strata tajuk (atas dan bawah) dan metode pemecahan dormansi biji dibagi menjadi 3 (kontrol, fisik dan mekanis). Setiap satu jenis pohonterdapat 6 kombinasi perlakuan. Sedangkan setiap kombinasi perlakuan berisikan 100 biji dan hanya 20 semai yang dihitung untuk sample pada tiap kombinasi perlakuan. Penelitian ini dilakukan hingga semai berumur 3 bulan. Parameter pengamatan pertumbuhan semai ini adalah panjang batang dan panjang akar. Hasil ANOVA didapatkan hasil pertumbuhan batang kedua jenis pohon tersebut signifikan (0,026) pada level 5% untuk interaksi jenis pohon, strata tajuk pohon dan metode pemecahan dormansi. Hasil pada pertumbuhan panjang akar terlihat signifikan (4,239) pada level 5% untuk interaksi antara jenis tanaman dan strata tajuk pohon.Sedangkan interaksi antara metode pemecah dormansi dan jenis pohon signifikan (20,332) pada level 1%.Kata kunci: Strata tajuk, Pemecah dormansi biji, Pertumbuhan semai.
TEKNIK PERBANYAKAN KIJIWO (EUCHRESTA HORSFIELDII (LESCH.) BENN.) MELALUI STEK PUCUK Ekasari, Indriani
Teknologi Indonesia Vol 34 (2011)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.048 KB) | DOI: 10.14203/jti.v34iKhusus.34

Abstract

Kijiwo (Euchresta horsfi eldii (Lesch.) Benn.) is one of the Indonesia native species that had a habitat in montane forest. Propagation of Kijiwo through generative is very diffi cult to fi nd. The alternative conservation effort for Kijiwo is a shoot propagation. The aims of this study were to estimate the growth percentage of shoot propagation and to determine the effectiveness of artifi cial hormone for rooting on shoot propagation. The artifi cial hormone that be used were IAA, IBA, NAA, and Rootone F. Control treatment was also conducted as non treatment indicator. This study was conducted in the nursery of Cibodas Botanic Garden for 5 months. Randomized Complete Block Design with 2 blocks (potrays). Each potray contains 45 polytube for 45 shoot that can consist 5 artifi cial hormone treatments and each treatment were replicated into 9 shoots. Watering was done every 3 days and checking the root was done every month. Parameters of this study were root number, root length, wet weight of root, and dry weight of root. Data analyzed on R.2.12.2 software with two-way ANOVA. The result showed that growth percentage was 98,89%. The application on artifi cial hormone showed not signifi cant difference on parameters (P>0,05). Only block treatment on wet weight of root showed signifi cant different (P<0,05).