Eliana Siregar
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IBRAHIM MUTAFARRIKA DAN SULTAN MAHMUD II (Modernisme Islam Awal Di Turki) Eliana Siregar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.133

Abstract

Modernisme dalam Islam menjadi suatu keharusan bilamana dinamika situasi dan kondisisocial yang mengitarinya menghendaki adanya perubahan social. Modernisme,meskipun ia lahir danberkembang pertama kalinya di Barat,kemudian menyeberang ke dunia Islam misalnya lewat ekspedisiNapoleon Bonavarte ke Mesir,namun setelah mengalami proses modifikasi di sana-sini,ternyatamodernisme Barat tersebut bagi banyak kalangan bisa diterima atau ditolerir dan semakinmempercepat proses modernisme Islam, yang cepat atau lambat diyakini secara teologis misalnya olehHarun Nasution (Almarhum) di Indonesia,akan berkembang pesat di dunia Islam sendiri. Hal inidikarenakan bahwa Islam itu sendiri yang mengajarkan bahwa Islam itu adalah agama yang rasionaldan berperadaban tinggi. Sultan Mahmud II di berbagai bidang kehidupan publik secara struktural danpenuh sukses. Proses modernisme Islam awal di Turki ini bila dicermati secara intens,di kemudianhari ternyata sangat berperan pro-aktif menjadi lahan penyuburan bagi diproklamirkannya Turkisebagai negara republik sekuler nan modern di tangan Kemal, dimana euphoria ini masih tetapmemberi nuansa bagi masa depan Turki hingga detik ini,sekaligus juga banyak komunitas muslimlainnya di dunia yang menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk bangkit dari ketertinggalannya.
HAKIKAT MANUSIA (Tela’ah Istilah Manusia Versi Al-Qur’an dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam) Eliana Siregar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i2.79

Abstract

Hakikat manusia yang digambarkan dengan istilah al-basyar, al-insan,bani Adam dan al-nas merupakan kausa prima yang secara fitrah sebagai potensi dasar manusia sekaligus menjadi karakter personalitas dari eksistensi manusia. Manusia sebagai kausa material terdiri atas dua substansi, yaitu (1) Substansi jasad / materi, yang bahan dasarnya adalah dari materi yang merupakan bagian dari alam semesta ciptaan Allah Swt. dan dalam pertumbuhan dan perkembangannya tunduk dan mengikuti sunnatullah (aturan, ketentuan hukum Allah yang berlaku di alam semesta); (2) Substansi immateri non jasadi yaitu penghembusan / peniupan ruh (ciptaan-Nya) ke dalam diri manusia sehingga manusia merupakan benda organik yang mempunyai hakikat kemanusiaan serta mempunyai berbagai alat potensial dan fitrah. Pendidikan Islam untuk mencapai tujuannya sangat bergantung pada sejauh mana kemampuan umat Islam dalam mereinterpretasikan (menterjemahkan kembali) dan merealisasikan konsep tentang filsafat penciptaan manusia dan fungsi penciptaannya di dalam alam semesta ini. Untuk menjawab hal itu, maka pendidikan Islam dijadikan sebagai sarana yang kondusif bagi proses transformasi moral, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya Islami dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
SUFISTIC APPROACH IN ISLAMIC EDUCATION TO INCREASE SOCIAL CONCERN AND PEACE Siregar, Eliana; Susilawati, Susilawati; Arrasyid, Arrasyid
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 48, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v48i1.1023

Abstract

Conflict becomes part of contemporary phenomena that embraces all dimensions of human life, starting from the level of individuals, society, to relations between countries. Conflict in all of its variety, both economic, political conflicts, even conflicts between civilizations, cannot be separated from the “on-name” religion. Islam which teaches love and peace is distorted into Islam that teaches conflict. Islamic education in a broad context is responsible for the formation of logical thinking of humans who like to spread terror and conflict. This paper examines how the Sufism approach in Islamic education plays its part as the Islamic tradition that teaches Islam in the form of love and spreads Peaceful Islam and has A peace of mind with research Library research that uses qualitative descriptive analysis techniques with the results of research that is mystical approach in Islamic education fundamental alternatives in order to reduce conflict and bring peace.