Saskia Rahma Irawan
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI INDRALAYA, SUMATERA SELATAN Najmah; Misnaniarti Misnaniarti; Mutiara Wahyuliana; Najwa Nurul Izzah; Najmah Maulaya; Citra Afny Sucirahayu; Vanya Gita Purnamasari; Salwa Safirah; Annisa Soraya Salsabila; Sherin Andrea Putri; Nurul Rahma; Saskia Rahma Irawan; Novia Sri Anda Yani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26272

Abstract

Recognising and understanding personality values such as positive habits at elementary school age. The increasing cases of sexual abuse of children and decreasing of moral values in educational institutions and the surrounding environment is a problem that needs attention in the era of globalisation. In addition, other issues among primary school children are related to their clean and healthy lifestyle, starting with maintainance of personal hygiene and the surrounding environment, which have not been implemented optimally, causing various problems in the health sector. Kampung Pandai Indralaya or smart village in Indralaya is an educational program for primary school children regarding balanced nutrition, healthy diet, healthy and clean living habits, environmental health, body recognition, attitude or morals, and sex education. The activities were conducted on three days in different weeks in SDN 1 and 16 in North Indralaya and include health education, literacy action and interactive games and creativity for kids. The activity results are evaluated by conducting a post-test for knowledge related to the education given among 64 respondents. Based on the cut-off point value, describes kids with high knowledge of 26 people (40.6%), insufficient knowledge of 22 people (34.4 %), and sufficient knowledge of 16 people (25%). According to the results of the analysis it can be said that this interactive educational activity is going well. So, it’s very important to integrate health education with fun and games in elementary school curiculum is necessary to increase children's knowledge about reproductive health and moral education.   ||   Proses pengenalan dan pemahaman pada nilai-nilai karakter seperti kebiasaan-kebiasaan positif di mulai pada anak-anak usia sekolah dasar. Semakin modern suatu zaman maka semakin maraknya juga kasus pelecehan seksual pada anak-anak terutama degradasi moral anak di institusi pendidikan atau dilingkungan terdekat anak sekalipun menjadi satu permasalahan yang menjadi perhatian. Selain itu permasalahan lain yang sering dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar yaitu berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mereka, seperti menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan di sekitar yang kurang diterapkan secara maksimal sehingga menyebabkan banyak permasalahan dalam bidang kesehatan. Kampung Pandai Indralaya merupakan suatu program edukasi kepada anak usia sekolah dasar berkenaan dengan gizi seimbang, makanan sehat, perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), kesehatan lingkungan, pengenalan anggota tubuh, attitude atau moral, dan sex education. Kegiatan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan di SD Negeri 1 dan 16 Indralaya Utara, meliputi pendidikan kesehatan, aksi literasi dan permainan dan kreatifitas anak. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian nilai post-test untuk mendapatkan gambaran pengetahuan anak-anak tentang edukasi yang telah diberikan. Yang mana sampel penelitian ini terdiri dari 64 responden. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hampir sebagian tingkat pengetahuan anak adalah dengan pengetahuan tinggi sebanyak 26 orang (40,6%), kemudian diikuti anak dengan pengetahuan rendah sebanyak 22 orang (34,4%) dan pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (25%). Sesuai dengan hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan edukasi interaktif ini berjalan dengan baik. Maka sangat penting untuk mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi anak dan moral dengan cara menyenangkan dan bermain pada kurikulum sekolah dasar.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI MELALUI KEGIATAN SIAP: SOSIALISASI PENGGUNAAN PESTISIDA YANG AMAN DI DESA SUMBER RAHAYU, KECAMATAN RAMBANG, KABUPATEN MUARA ENIM Frisca Rahmadina; Christara Cicelia Naomi; Reza Agustia; Suci Aliah Mariska; Aulia Azzahra; Nurul Izzathi; Raissa Vira Aurellya Putri; Ivan Derrick Sihombing; Tiara Dwi Adelia; Saskia Rahma Irawan; Fadillah Hairunisah; Fatinah Haniyah Gamal
PARIPALAKA SRIWIJAYA Vol 1 No 1 (2025): Paripalaka Sriwijaya
Publisher : Departement of Environmental Health, Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak aman menjadi ancaman serius bagi kesehatan petani dan kelestarian lingkungan di Indonesia. Program “SIAP: Sosialisasi Informasi Aman Pestisida” merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani karet serta ibu rumah tangga di Desa Sumber Rahayu tentang bahaya pestisida dan pentingnya keselamatan kerja. Intervensi ini dirancang dengan desain one-group pre-test/post-test yang mengintegrasikan metode penyuluhan edukatif dan diskusi partisipatif. Pelaksanaan dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu penyuluhan komunikatif menggunakan media visual dan sesi diskusi interaktif untuk menggali pengalaman peserta. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 20 butir soal. Hasil evaluasi dari 12 partisipan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 65.42 pada pre-test menjadi 88.75 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 23.33 poin. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif yang relevan dan interaktif efektif dalam mentransfer pengetahuan K3 pertanian. Program ini tidak hanya membangun kesadaran individu terhadap perlindungan diri, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong terciptanya budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, program SIAP terbukti efektif sebagai model intervensi edukatif untuk mempromosikan manajemen pestisida yang aman di tingkat komunitas.