Turbin angin bubungan atap dirancang untuk memanfaatkan energi angin yang melintasi kemiringan atap bangunan untuk menghasilkan daya listrik yang kecil hingga sedang. Namun demikian, yang menjadi urgensi penelitian yaitu, turbin ini memiliki keterbatasan seperti, efisiensi dan keandalan kinerja masih kurang optimal, akibat desain yang kurang sesuai dengan karakteristik angin pada bubungan atap. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki efisiensi, keandalan, dan efektivitas desain turbin angin bubungan atap yang optimal di aplikasikan pada berbagai kondisi lingkungan, khususnya kecepatan angin bubungan atap yang tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja turbin angin bubungan atap dengan membuat ekspriment tiga jenis desain prototipe turbin yang di uji pada wind tunnel untuk melihat efektivitas keandalan kinerja turbin angin bubungan atap paling optimal. Hasil pengujian kinerja turbin pada kecepatan angin terendah 3,48 m/s, sudu lengkung U sudut kemiringan sudu 150 mampu menampilkan efektivitas kinerja lebih optimal dimana putaran turbin sebesar 76,33 rpm, daya generator 69,76 Watt, dan efesiensi sebesar 11,26 %. di bandingkan sudu lengkung segitiga sudut kemiringan sudu 150 yang hanya mampu menampilkan efektivitas kinerja putaran 71,16 rpm, daya generator 61,69 Watt, dan efesiensi 9,65 %. Sedangkan sudu lengkung L sudut kemiringan sudu 150 menampilkan efektivitas kinerja paling rendah di mana putaran yang di hasilkan sebesar 59,13 rpm, daya generator 60,54 Watt, dan efesiensi sebesar 9,77 %. tetapi lebih baik jika di bandingkan dengan sudut kemiringan sudu 00, dan 300. Hal ini di perkuat hasil pengujian pada kecepatan angin tertinggi 6,21 m/s, sudu lengkung U dengan sudut kemiringan sudu 150 memiliki efektivitas keandalan kinerja lebih optimal di bandingkan sudu lengkung segitiga dan lengkung L dengan nilai putaran sebesar 249,28 rpm, daya generator 157,56 Watt, dan efesiensi sebesar 4,47%. Jika di bandingkan dengan hasil pengujian sudut kemiringan sudu 00, dan 300.