AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) pada membaca pemahaman materi teks cerita fabel dan mengenali hambatan-hambatan pelaksanaan serta cara mengatasinya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan. Penelitian dilakukan di kelas VII A SMP Negeri 10 Bengkulu Tengah. Data penelitian ini bersumber dari aktivitas pembelajaran siswa di kelas dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran di kelas. Taknik analisis data adalah analisis deskriptif dengan mendeskripsikan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas untuk mengenali hambatan dan memberi solusi penyelesaiannya. Hasil penelitianmembuktikan bahwa model CORE dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa pada pembelajaran membaca pemahaman materi teks cerita fabel dan terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.Kata Kunci: Model CORE, membaca pemahaman, cerita fabel. AbstractThe purpose of this study is to describe the implementation of the CORE learningmodel (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) on reading theunderstanding of fable story text material and recognizing the obstacles toimplementation and how to overcome them. This research is an action research.The study was conducted in class VII A Middle School 10 Bengkulu Tengah. Thedata of this study were sourced from student learning activities in class andIndonesian language teacher. Data collection techniques through observation oflearning in class. The technique of data analysis is descriptive analysis bydescribing the learning process that takes place in class to identify obstacles andprovide solutions to their resolution. The results of the study prove that the CORE model can increase student learning activities in learning to read comprehension of fable story text material and there are several obstacles in its implementation.Keywords: CORE model, reading comprehension, fable story.