Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Frekuensi Pembersihan Kandang Ternak Burung Puyuh Dihubungkan Dengan Kepadatan Lalat di Dusun Malang, Magelang Yana Febia Nur Janah; Dannisa Asyida Oktavia Utami; Hesti Handayani; Rizki Amalia
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.259

Abstract

Lalat memiliki peran bagi masalah kesehatan lingkungan. Angka kepadatan lalat merupakan cara penilaian sanitasi lingkungan dengan melihat semakin tinggi angka tersebut, maka dalam kondisi sanitasi yang buruk. Kandang ternak burung puyuh merupakan tempat perkembangbiakkan lalat. Frekuensi pembersihan kandang disesuaikan dengan siklus lalat. Pengendalian kepadatan lalat dilakukan dengan pemberian SPO. SPO bertujuan untuk meminimalisir keberadaan lalat, sehingga dapat mencegah penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengukuran kepadatan lalat menggunakan alat flygrill dan counter untuk menghitung jumlah lalat yang hinggap pada flygrill. Pengukuran ini dilakukan di 3 titik yakni titik pertama di pojok dalam kandang, titik kedua di tengah kandang dan titik ketiga di luar kandang. Hasil pengukuran didapatkan bahwa pada kandang pertama memiliki rata-rata sebanyak 15 lalat,12 lalat dan 9 lalat. Sedangkan pada kandang kedua memiliki rata-rata sebanyak 17 lalat, 13 lalat dan 22 lalat. Kondisi tersebut menunjukkan terdapat perbedaan jumlah lalat dengan pembuangan kotoran yang letaknya jauh dari kandang dan yang samping kandang. Selain itu, keberadaan lalat dipengaruhi oleh frekuensi pembersihan kandang. Upaya pencegahan untuk mengatasi peningkatan keberadaan lalat yang ada di kandang ternak burung puyuh yaitu dengan cara melakukan pembersihan rutin sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam standar prosedur operasional pembersihan kandang ternak burung puyuh.