Penyebaran virus corona masih minim informasinyanya khususnya di kota Kupang. Dimana informasi yang diperoleh oleh masyarakat hanya melalui media sosial. Hal ini membuat diperlukannya sebuah teknologi informasi. Teknologi informasi yang berkembang pesat pada saat ini baik itu dalam mengelola data maupun memperoleh informasi harus cepat, tepat dan akurat. Salah satu teknologi informasi yang dibutuhhkan yaitu sistem informasi geografis. Sistem informasi geografis adalah sistem yang berisi informasi mengenai kondisi bumi dalam sudut keruangan yang biasannya berbentuk peta digital. Sistem informasi geografis memiliki fungsi untuk mempermudah penggunanya, dan juga data yang diolah didalamnya dapat dimanipulasi.Melalui Sistem informasi geografis, informasi penyebaran virus corana dapat diketahui melalui tampilan peta, yang memperlihatkan wilayah-wilayah mana saja yang terdampak virus corona. Untuk penyebaran virus corana baik yang sudah positif terinfeksi virus, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pengawasan (ODP) telah disajikan atau telah ditampilkan dalam bentuk peta pada wilayah yang terkena dampak virus. Dalam peta sebaran ini dapat mendeskripsikan tingkat kerentanan daerah yang terpapar Virus Corona baik di tingkat kota, kecamatan hingga level kelurahan. Daerah yang terdampak virus corona dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu yang hasil akhirnya dapat dijadikan acua informasi perbandingan antara satu wilayah yang terdapak dengan wilayah lainnya sehingga diketahui kerawanan dari daerah yang terdampak dan ditampilakan jumlah penderita virus corana. Dengan adanya sistem informasi geografis ini sangat mebantu baik istansi negara seperti pemerintah, kementrian kesehatan, BNPB, kementirian lain serta masyarakat sehingga diantisipasi penyebaran virus lebih meluas..