Jumyadi Jumyadi
Universitas Setia Budhi Rangkabtiung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dibuat: Prosesi Memanen Padi di Masyarakat Kasepuhan Cibadak Jumyadi Jumyadi; Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.319

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi dibuat (memanen padi ) di Kasepuhan Cibadak dengan cara tradisional yang telah berlangsung turun-turun. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati bagaimana prosesi memanen padi di Kasepuhan Cibadak. Dalam menemukan informasi, penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan wawancara tidak terstruktur dan observasi. Dibuat adalah istilah yang digunakan masyarakat kasepuhan banten kidul dalam memanen padi. Namun sebelum prosesi itu, ada ritual yang harus dijalankan terlebih dahulu yaitu salamet dibuat dan mipit. Tradisi dibuat di kasepuhan Cibadak sudah berlangsung turun-temurun. Dalam melestarikan suatu tradisi perlu adanya proses pewarisan tradisi, yaitu dengan melihat, melakukan dan mengajarkan.
Tradisi Ujungan dalam Perspektif Antropologi: Ritual Saling Cambuk sebagai Ekspresi Budaya dan Simbol Ketangguhan Masyarakat Adat Jumyadi Jumyadi; Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 1 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i1.505

Abstract

Tradisi Ujungan merupakan salah satu bagian darirangkaian ritual Seren Taun yang dilaksanakan olehmasyarakat adat Sunda sebagai bentuk rasa syukur atas hasilpanen dan penguatan nilai-nilai sosial budaya. Tradisi inimelibatkan praktik saling mencambuk menggunakan rotankesur, yang memiliki makna simbolis sebagai lambangketangguhan fisik dan mental. Penelitian ini menggunakanpendekatan antropologi kualitatif dengan metode etnografiuntuk menggali makna mendalam tradisi ujungan dalamkonteks budaya dan identitas masyarakat adat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ujungan tidak hanyaberfungsi sebagai ritual simbolis, tetapi juga sebagai saranamempererat solidaritas, menjaga keseimbangan spiritual, danmeneguhkan identitas budaya masyarakat Sunda. Rotan kesurdipilih bukan hanya karena kekuatan fisiknya, tetapi jugakarena filosofinya yang melambangkan fleksibilitas dan dayatahan. Selain itu, tradisi ini mencerminkan hubunganharmonis antara manusia dengan alam, spiritualitas, dankomunitas. Di tengah tantangan globalisasi, ujungan tetaprelevan sebagai simbol perlawanan terhadap homogenisasibudaya, sekaligus menjadi media pelestarian nilai-nilai lokal.Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisiujungan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yangkaya makna dan nilai-nilai luhur.